Adhi Commuter Properti jembatani permasalahan apartemen

Sri Muryono
·Bacaan 2 menit

PT Adhi Commuter Properti anak usaha PT Adhi Karya Tbk segera menjembatani permasalahan keterbatasan sosial yang kerap dihadapi penghuni apartemen melalui proyek LRT City yang tengah dikembangkan di sejumlah lokasi.

"Permasalahan yang umum dialami penghuni apartemen adalah keterbatasan sosial antarpenghuni dan sulitnya akses ke berbagai fasilitas sehingga penghuni tidak bisa membangun koneksi. Hal ini yang kami carikan solusinya melalui LRT City," kata Direktur Pemasaran PT Adhi Commuter Properti (LRT City) Indra Syahruzza dalam keterangan tertulis, Jumat.

Sesuai dengan tagline LRT City "Connecting Life" yang berarti menghubungkan kehidupan merupakan jawaban terhadap persoalan apartemen pada umumnya, yakni penghuni sulit untuk membangun koneksi.

Indra menambahkan bahwa masalah akses tersebut menyebabkan penghuni menjadi tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan aktivitas, hobi dan kesempatan bergabung di dalam komunitas.

Penghuni juga sulit melakukan aktivitas kesehatan karena tidak tersedianya fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut. Kawasan hunian kebanyakan juga tidak memberikan perhatian terhadap lingkungan hidup dengan tidak menyediakan ruang terbuka hijau.

“Menghubungkan adalah sifat dasar dari produk hunian LRT City. Namun konteks menghubungkan ini tidak hanya berbicara tentang mobilitas, LRT City juga turut mengambil andil dalam menghubungkan kehidupan para penghuninya,” kata Indra.

Baca juga: Adhi Karya targetkan LRT Jabodebek mulai beroperasi pertengahan 2022

Indra menambahkan penjelasannya bahwa makna filosofis dari kata "menghubung", yaitu kehidupan yang terhubung dengan makna luas, yang lebih dari sekedar kantor dan rumah, tetapi juga berbicara kesempatan, pengalaman, cinta, pertemanan dan bahkan rejeki.

Indra menjelaskan LRT City ingin memberikan solusi berdasarkan atas lima dasar "Connecting Life", yaitu sosial, karir, "passion", kesehatan dan lingkungan.

"Sosial" artinya LRT City memiliki akses menuju mall, kawasan belanja dan "communal" area sehingga masalah dalam bersosialisasi akan dapat lebih teratasi dengan tinggal di LRT City.

Sedangkan "karir" berati LRT City yang terintegrasi langsung dengan berbagai moda transportasi umum khususnya LRT Jabodebek pastinya mempermudah akses dari tempat tinggal menuju ke tempat kerja. Selain itu, LRT City juga menyediakan ruang kerja bersama dan gedung perkantoran sebagai sarana berbisnis.

"Passion" berarti LRT City memberikan akses menuju area publik dan juga memiliki fasilitas "communal" yang mempermudah penghuni LRT City dalam menyalurkan "passion"-nya. Selain itu dengan tersedianya kemudahan akses, tentu dapat lebih menghemat waktu dalam perjalanan sehingga akan lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk melakukan hobi.

Baca juga: Anies berharap LRT Jakarta terus berinovasi

"Kesehatan" artinya LRT City menyediakan fasilitas olah raga yang memudahkan penghuni menjaga kesehatan dengan berolahraga. Kesehatan para penghuni LRT City juga didukung oleh desain lingkungan hijau yang tidak hanya membantu kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan batin.

Kemudian "lingkungan" berarti LRT City mengusung pendekatan konsep TOD yang membantu mengurangi emisi dan menyediakan ruang terbuka hijau.

“Bukan ingin melebih-lebihkan. Tetapi publik harus ingat dan sadar, kalau sampai masyarakat menghadapi masalah keterbatasan sosial berlarut-larut, akibatnya akan berdampak buruk bagi kesehatan mental dan jasmani," katanya.