Adhi Karya pakai dana "right issue" untuk selesaikan 6 proyek nasional

PT Adhi Karya (Persero) Tbk akan menggunakan dana sebesar Rp3,87 triliun yang didapatkan dari hasil right issue untuk menyelesaikan pembangunan enam proyek, yang terdiri dari tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tiga proyek non PSN.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan dana hasil right issue sebesar Rp1,98 triliun akan didapatkan dari alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN), dan yang sebesar Rp1,89 triliun diharapkan didapatkan dari publik.

Dia menjelaskan dana itu akan digunakan untuk menyelesaikan tiga PSN yang meliputi, proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta- NYIA Kulonprogo, dengan alokasi dari PMN sebesar Rp1,40 triliun dan dari publik sebesar Rp350 miliar.

"Untuk tol Jogja-Solo kami sudah mulai mengerjakan, karena pembebasan tanahnya sudah mulai dilakukan. Untuk mengamankan tanah-tanah yang sudah dibebaskan," kata Entus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan dan Adhi Karya dipantau di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Adhi Karya akan "right issue" saham senilai Rp3,87 triliun

Kemudian, lanjut dia, proyek Jalan Tol Yogyakarta- Bawen, dengan alokasi dari PMN sebesar Rp390 miliar dan dari publik sebesar Rp145 miliar, dan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong, dengan alokasi dari PMN sebesar Rp185 miliar dan dari publik sebesar Rp69 miliar.

"SPAM Karian diharapkan selesai tahun ini, sepanjang 45 kilometer dari Karian (Banten) ke Tangerang Selatan (Tangsel)," kata Entus.

Dengan itu, dana hasil right issue yang digunakan untuk tiga PSN ini totalnya adalah sebesar Rp1,97 triliun dari alokasi PMN dan Rp564 miliar dari publik.

Selain itu, Entus melanjutkan dana hasil right issue juga akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan tiga proyek non PSN yang meliputi, proyek Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Limbah Medan, dengan alokasi dari publik sebesar Rp495 miliar.

"Dari lima hektare luas lahan (FPLT Medan), baru kami kerjakan 1,5 hektare untuk sebagian pengolahan limbah padat dan cair," kata Entus.

Baca juga: Adhi Karya dapat 4 paket proyek untuk pembangunan IKN

Kemudian, lanjut dia, proyek Jalan Tol JORR Elevated Ruas Cikunir- Ulujami, dengan alokasi dari publik sebesar Rp662 miliar, dan proyek preservasi Jalan Lintas Timur, Sumatera Selatan, dengan alokasi dari publik sebesar Rp177 miliar.

“Ini untuk menambah kelancaran dari beban Jalan Tol JORR, harus dinaikkan jalannya supaya tidak terlalu padat, untuk mengurai kemacetan,” kata Entus.

Dengan itu, dana hasil right issue yang akan digunakan untuk tiga proyek non PSN ini totalnya Rp1,33 triliun yang sepenuhnya berasal dari publik tanpa adanya PMN.

Dalam kesempatan ini, dia menjelaskan proses right issue Adhi Karya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2022.

Selain untuk menyelesaikan berbagai proyek itu, dia menyebut tujuan dari right issue juga untuk memperkuat struktur permodalan dan menghindarkan perseroan dari melakukan pinjaman ke perbankan.

Baca juga: Adhi Karya: Progres Jalan Tol Yogya-Solo Seksi 1.1 capai 40 persen

Baca juga: Kontrak baru Adhi Karya naik, capai Rp15,9 triliun hingga Juli 2022