Adhi Karya raih dua rekor MURI untuk jembatan lengkung LRT Jabodebek

Ahmad Buchori

PT Adhi Karya (Persero) Tbk meraih dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pembangunan jembatan bentang long span (bentang panjang) Kuningan pada proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dua rekor itu yakni Rekor Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Radius Terkecil di Indonesia serta Rekor Pengujian Axial Statistic Loading Test pada Pondasi Bored Pile dengan Beban Terbesar di Indonesia.

Penyerahan rekor dilakukan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto di Jakarta, Senin, bersamaan dengan pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang Kuningan.

Turut menyaksikan penyerahan rekor yaitu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

"Terima kasih MURI, semoga pemberian penghargaan ini memberi semangat bagi para 'engineer' milenial kami dalam menatap tantangan ke depan," kata Budi Harto.

Jembatan lengkung bentang panjang yang dibangun dengan metode "balanced cantilever" itu memiliki tipe box girder dengan radius lengkung 115 meter. Panjang bentang utama 148 meter dan beban pengujian pondasi seberat 4.400 ton.

Budi Harto menuturkan besi beton yang digunakan untuk pembangunan jembatan lengkung diperkirakan dua kali berat Boeing 330, sementara wire strand yang digunakan jika dibentangkan bisa sepanjang Jakarta-Bandung.

Progres pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai 67,3 persen dengan rincian lintas Cawang-Dukuh Atas 53,8 persen, Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen dan Cawang-Cibubur 86,2 persen.