Adhyaksa: DPR Pasti Terlibat Kasus Hambalang  

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menilai kasus korupsi pengadaan pusat olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, tak mungkin hanya melibatkan pihak eksekutif. Kejanggalan dalam perencanaan proyek senilai Rp 2,5 triliun ini, kata Adhyaksa, pasti melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. »Tidak mungkin tanpa sepengetahuan DPR,” kata Adhyaksa saat dihubungi, Senin, 8 April 2013.

Adhyaksa mengatakan, berdasarkan pengalamannya menjadi menteri, apa pun anggaran yang akan digunakan kementerian pasti melalui pembahasan dan persetujuan dari DPR. Karena itu, dia merasa aneh bila mayoritas anggota Komisi Olahraga DPR menyatakan tak pernah membahas perubahan anggaran Hambalang dari Rp 175 miliar menjadi lebih dari Rp 2 triliun.

Dia menyarankan KPK melakukan pengembangan penyelidikan untuk membongkar keterlibatan anggota DPR dalam penetapan anggaran proyek Hambalang ini. Meski begitu Adhyaksa membantah telah mengeluarkan pernyataan bahwa saat ini KPK tengah membidik anggota DPR sebagai tersangka baru. »Saya hanya bilang dalam proses ini anggota DPR pasti terlibat.” Dia tak mau merinci apakah dugaannya itu merujuk pada anggota dan Ketua Komisi Olahraga atau Badan Anggaran. »Saya tak mau mengarah ke situ.”

Saat dimintai keterangan oleh KPK sebagai saksi untuk kasus Hambalang, Adhyaksa mengaku diminta menjelaskan proses pembahasan anggaran Hambalang pada masa kepemimpinannya. Saat itu, Adhyaksa memastikan sudah mendapat persetujuan DPR untuk menggunakan anggaran proyek Hambalang senilai Rp 175 miliar.

Saat ini, KPK baru menetapkan empat tersangka untuk kasus korupsi Hambalang. Dua tersangka dari Kemenpora, yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, bekas Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpora Deddy Kusnidar. Sedang dari rekanan adalah Ketua Konsorsium PT Adhikarya dan PT Wijaya Karya, Teuku Bagus Mochammad Noor. Ada juga mantan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum, yang ditetapkan sebagai tersangka pada Februari lalu.

Adhiyaksa menilai saat ini sudah saatnya KPK serius mendalami keterlibatan anggota Dewan dalam kasus ini. Dia menduga pemeriksaan yang saat ini dilakukan KPK pada sejumlah politikus Senayan bisa saja berujung pada dugaan keterlibatan parlemen. »Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya.”

IRA GUSLINA SUFA

Berita Terpopuler:

Beredar, Video Tari Bugil Pelajar di Bima 

Mengintip Restoran Narkoba di Kampung Ambon 

Polisi Bantah Mengendus Penyerang LP dari HP 

Pangdam Diponegoro Serahkan Jabatan Besok 

SBY Keseleo Lidah, Mencoreng Jadi Menggoreng

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.