Adi Bing Slamet Terus `Serang` Eyang Subur

TEMPO.CO, Jakarta - Adi Bing Slamet tidak tanggung-tanggung dalam membeberkan rahasia Eyang Subur. Ia bersama mantan pengikut Eyang Subur lainnya membuka semua aib dan kejahatan yang dilakukan pria yang disinyalir melakukan ajaran sesat. Menurut Adi, banyak tingkah lakunya yang tidak wajar dan di luar logika.

Eyang Subur yang dikenal pemurah oleh pengikutnya karena sering diberikan barang berharga. Banyak yang bertanya-tanya dari mana kekayaan yang didapatnya.

"Kalau sumber kekayaan, yang saya tahu dia getol banget masang judi," kata putra seniman legendaris Bing Slamet ini, di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 25 Maret 2013.

Menurut Adi, jika sedang judi, Eyang Subur seringkali menang. Bahkan Eyang Subur pernah mendapatkan uang hingga Rp 1,5 M dari hasil berjudinya itu. Bukan hanya suka berjudi, Eyang Subur, menurut mantan pengikutnya ini, suka mengkoleksi film-film porno.

"Dia sukanya koleksi blue film," kata Adi. Ia mengaku sering dipinjami film dewasa ini. "Dia kasih saya yang udah diedit, yang bagus-bagus," kata mantan bintang cilik ini.

Eyang Subur juga diketahui memiliki isteri banyak. Menurut Adi, kabarnya hingga kini, Eyang Subur telah memiliki sembilan istri dan salah satunya adalah istri Septian Dwi Cahyo.

Eyang Subur sendiri belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Namun semua tudingan Adi Bing Slamet sudah dibantah sejumlah artis dan seniman lain.

NANDA HADIYANTI

Berita Lain:

Profil Eyang Subur: Penjahit Jadi Kolektor Kristal

Cinta Dewi Bahagia Jadi Jomblo

Gara-gara Eyang Subur, Adi Bing Slamet Dimusuhi

Adi Bing Slamet Akan Laporkan Eyang Subur ke MUI

Sulitnya Menjenguk Angelina Sondakh

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.