Adian Napitupulu Sebut Ada Upaya Adu Domba Antara PDIP dengan Erick Thohir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Fraksi PDIP di DPR Adian Napitupulu merasa ada yang berusaha mengadu domba jajaran partainya dengan Menteri BUMN Erick Thohir menyangkut berbagai isu yang diduga terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Salah satu yang terbaru adalah upaya adu domba dengan sekelompok orang menamakan dirinya Relawan Kawan Erick, yang berunjuk rasa ke KPK. Mereka meminta agar KPK memeriksa petinggi PDIP dari Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto hingga Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR.

Adian mengaku dirinya langsung datang ke Menteri Erick Thohir untuk mengklarifikasi isu tersebut.

"Kemarin saya sudah tanya langsung hal itu ke Erick Thohir. Dan dengan tegas Erick Thohir menjawab bahwa dia tidak kenal orang-orang tersebut," kata Adian dalam keterangannya melalui layanan keterangan tulis, Selasa (16/11/2021).

"Bahkan Erick secara tegas menyampaikan bahwa dia mempersilakan siapa pun pihak yang merasa dirugikan oleh kelompok itu untuk memproses secara hukum," tambah Adian.

Adian menambahkan, Erick juga menjelaskan bahwa pola pola adu domba seperti itu akan merusak proses demokratisasi yang saat ini sedang berjalan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belum Fokus ke Pilpres

Ketika ditanya apakah kampanye hitam demikian dipicu oleh persaingan menuju Pilpres 2024, Adian menjawab bahwa pihaknya belum memikirkan Pilpres. Sebab sesuai perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran partai diminta fokus turun ke rakyat.

Selain itu, juga membantu pemerintahan Jokowi-Maruf Amin khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19 serta penanganan bencana akibat fenomena La Nina.

"Jadi saya tidak terlalu pusing apakah itu berkaitan dengan pilpres atau ada kepentingan lain. Tapi bagi saya mau apa pun kepentingannya, mengadu domba tetap bukan hal yang bisa dibenarkan," tegas Adian.

Adian memastikan sejumlah advokat saat ini sedang mempelajari teknis pernyataan sikap Kawan Erick tersebut. Hal ini sekaligus sebagai upaya pihaknya menindaklanjuti kampanye hitam melalui demonstrasi ke KPK tersebut.

"Beberapa teman lawyer sedang memeriksa unsur-unsur pidana mana yang terpenuhi. Tapi semua opsi hingga saat ini masih di analisa kemungkinannya," pungkas Adian.

Diketahui, beberapa individu yang menyebut diri sebagai Kawan Erick mendatangi Gedung KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Secara terpisah, Ketua bidang politik DPN Relawan Pembela Demokrasi (Repdem), organisasi terafiliasi PDIP, Simson Simanjuntak, menyatakan pihaknya meminta kelompok yang mengaku sebagai 'Kawan Erick' untuk mencabut pernyataannya.

"Kami meminta kelompok yang mengaku-aku sebagai Kawan Erick untuk mencabut dan mengklarifikasi pernyataan mereka yang menuduh Ibu Puan dan Pak Hasto. "Karena menurut kami apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibu Puan dan Pak Hasto adalah fitnah keji dan sangat tidak mendasar," kata Simson.

Simson mengatakan pihaknya menunggu pencabutan pernyataan tersebut. Dan apabila dalam waktu 2 x 24 jam tidak mencabut pernyataannya dan meminta maaf, Repdem akan bersikap.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel