Adidas Tutup Pabrik Satu-Satunya di China

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Berlin (AFP/ANTARA) – Raksasa perlengkapan olahraga Jerman, Adidas pada Rabu mengatakan bahwa mereka menutup satu-satunya pabrik milik mereka di China, meskipun negara itu akan terus menjadi “situs produksi global utama” mereka melalui para subkontraktor.


Seorang juru bicara menegaskan bahwa situs di Suzhou, dekat Shanghai, yang mempekerjakan 160 orang, akan ditutup pada akhir Oktober karena alasan “efisiensi.”


Dia mengatakan bahwa itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dari perusahaan untuk produksi subkontrak, dan saat ini mereka hanya memiliki beberapa pabrik sendiri di seluruh dunia.


Perusahaan itu memiliki 300 pabrik untuk beberapa subkontraktor di China, di mana penjualan naik sebesar 23 persen pada tahun lalu yaitu hingga 1,229 miliar euro (sekitar Rp11,64 triliun), katanya.


Saham Adidas mengalami penurunan lebih dari satu persen di pasar saham Frankfurt, namun ini lebih dipengaruhi karena keuntungan yang diraih pesaingnya, Puma. (ai/ik)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...