Adiguna Sutowo terkenal lewat kasus penembakan Hilton 2005

MERDEKA.COM. Nama Adiguna Sutowo belakangan kembali menjadi buah bibir. Pasalnya, rumah pengusaha di Jalan Pulo Mas Barat VII, Jakarta Timur, itu ditabrak oleh seorang wanita cantik bernama, Florence, Sabtu (26/10) dini hari.

Adiguna Sutowo adalah bungsu dari tujuh anak Ibnu Sutowo, tokoh militer yang menjadi Dirut Pertamina di zaman Orde Baru. Dari perkawinannya dengan Zaleha binti Syafe'ie, Ibnu mendapatkan 7 anak: Nuraini Zaitun Kamarukmi Luntungan, Endang Utari Mokodompit, Widarti, Pontjo Nugroho Susilo, Sri Hartati Wahyuningsih, Handara, dan Adiguna.

Dibanding Pontjo Sutowo, abangnya, nama Adiguna kalah terkenal. Adiguna lebih dikenal sebagai pereli nasional, sebelum akhirnya kasus pembunuhan menjeratnya.

Adiguna terbukti membunuh Yohannes Berkmans Natong (28), mahasiswa dan pelayan bar Club and Lounge Fluid, Hotel Hilton Jakarta, pada malam pergantian tahun 2005. Di hotel milik keluarganya itu, Adiguna menembak korban dari jarak dekat.

Atas perbuatannya, Adiguna dihukum tujuh tahun penjara. Sampai tingkat kasasi, hukuman Adiguna tetap tujuh tahun penjara karena Mahkamah Agung (MA) menolak upaya hukumnya.

Setelah bebas dari hukuman, Adiguna adalah seorang pengusaha seperti keturunan Ibnu Sutowo yang lain. Pada zaman Orde Baru saja, keluarga ini sudah memiliki 20 perusahaan yang tidak bisa dibilang kecil.

Adiguna juga adalah mertua artis Dian Sastrowardoyo. Dian dinikahi Indraguna Sutowo, putra Adiguna, pada 18 Mei 2010.

Baca juga:
Ditabrak wanita cantik, dapur rumah Adiguna hancur berantakan
Polisi buru pemilik mobil yang ditabrakan ke rumah Adiguna
Usai 'diserang' wanita cantik, jalan ke rumah Adiguna diportal

Topik pilihan:

Jokowi Ahok / Isu Kudeta Prabowo / Prostitusi / Pencabulan Siswi SMP / DJ dan Penari Bugil

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.