Adik Kandung Meninggal, Edy Rahmayadi Tak Tinggalkan Tugasnya

Agus Rahmat, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVAAdik kandung Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kombes Pol Zulfikar Tarius, meninggal dunia. Almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Jalan SM Raja, Kota Medan, Senin 26 April 2021.

Meski dalam keadaan duka, Gubernur Edy nampak tidak meninggalkan tugasnya. Pada pagi harinya, dalam keadaan berduka, mantan Ketua Umum PSSI itu menyempatkan melantik 8 pasangan kepala daerah dari hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020.

Pengambil sumpah jabatan dilakukan di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

Baca juga: Gelar Bukber, Wali Kota Bekasi Diduga Langgar Prokes

Siang harinya, proses pemakaman dilakukan yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sumut, DPRD Sumut, Kodam I Bukit Barisan dan Polda Sumut. Rasa haru menyelimuti proses pemakaman adik kandung mantan Pangkostrad itu.

Apa dilakukan Edy Rahmayadi, mendapatkan pujian dari Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga. Ia menilai Gubernur Sumut tidak melepas tugasnya untuk melantik kepala daerah dari fokus pada prosesi pemakaman alamarhum Kombes Pol Zulfikar Tarius.

"Beliau adalah sosok negarawan yang perlu diteladani untuk menjalankan roda pemerintahan ke depan, yang paling utama dalam menjalankan kehidupan adalah menjalankan amanat rakyat, baru kepentingan lainya," ungkap Radiapoh Hasiholan kepada wartawan, usai pelantikan di Kantor Gubernur Sumut.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang. Ia mengatakan apa dilakukan mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, harus dicontoh oleh kepala daerah lainnya.

"Kita semua tahu beliau masih dalam keadaan berduka cita, bahkan adiknya pun belum dikebumikan, walau dalam berbela sungkawa beliau tetap melantik dan memberikan terbaik untuk pemerintah ini, saya sangat salut dan kagum pada beliau," jelas Cory.

Pujian juga datang dari mantan Gubernur Sumut ke-13 Syamsul Arifin. Menurutnya, apa yang dilakukan Gubernur Edy merupakan contoh seorang negarawan yang baik, karena mengutamakan kewajiban sebagai abdi negara di atas segalanya.

"Ini pemimpin yang baik, kewajiban di atas segala-galanya, tanggung jawab di atas segala-galanya, ini tugas kan dari Presiden, beliau seorang purnawirawan TNI yang benar, saya salut dengan sikap Pak Gubernur yang tegas dan menjadi contoh negarawan yang baik," ungkap Syamsul.

Kombes Pol. Zulfikar Tarius meninggal dunia pada Minggu sore, 25 April 2021, sekitar pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit Siloam Surabaya.

Kemudian jenazah dibawa ke Medan dan tiba di Bandara Kualanamu, Senin dini hari, 26 April 2021, sekitar pukul sekitar 03.00 WIB. Jenazah disemayamkan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memimpin upacara pemakaman. Ia menilai almarhum sebagai sosok polisi sejati dan bertangungjawab dengan tugas dan negara.

"Almarhum adalah sosok polisi sejati, sosok Brimob sejati yang memberikan pengabdian terbaiknya, jiwa raga demi kemanusiaan," kata Panca.

Panca juga mengungkapkan bahwa almarhum merupakan sosok yang rendah hati. Bahkan almarhum juga menganggap semua orang sebagai saudaranya.

"Semoga apa yang beliau berikan semasa hidup dapat jadi contoh bagi kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Panca.