Adik Obama Punya Kenangan Indah di Yogyakarta

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - 23 tahun silam, adik dari Presiden Amerika Barack Obama, Dr Maya Soetoro NG pernah tinggal di Yogyakarta. Saat itu, ketika usianya baru tujuh tahun, Maya kecil menempati rumah di kompleks UGM D7 Bulaksumur. Begitu banyak kenangan indah yang masih ia ingat hingga sekarang, yang menurutnya selalu membuat 'kangen' untuk kembali ke kota gudeg ini.

"Setelah 23 tahun, akhirnya saya kembali ke sini," ucapnya, ketika menjadi pembicara dalam kuliah umum bertajuk Education for Peace di Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (10/6/2013).

Saat itu, Maya tak sendirian. Namun ikut serta sejumlah pejabat dari University of Hawai'i at Manoa (UHM), kampus tempatnya mengajar. Pihaknya memang mengagendakan kerjasama pertukaran mahasiswa antar kedua lembaga pendidikan dalam konteks mempromosikan pendidikan untuk perdamaian.

Perempuan yang aktif berkampanye dengan Oprah Winfrey dalam pencapresan Obama ini saat itu bercerita cukup banyak. Dijelaskan olehnya, waktu kecil dirinya sangat sering mengunjungi Pasar Burung Tamansari.

Ia juga kerap mengunjungi Tamansari setiap pagi untuk bermain bulu tangkis. Selain itu, Alun Alun dan Keraton Yogyakarta juga sering menjadi tujuan ketika hendak menyaksikan pagelaran wayang kulit ataupun sendratari ramayana.

Ia selalu ingat, bagaimana saat itu, pipi tembemnya kerap menjadi sasaran cubitan dari para ibu - ibu yang berjualan di pasar. Menurutnya, karena saat itu banyak orang yang gemas ingin menyentuh pipinya yang chubby itu. Kini setelah ia beranjak dewasa, Maya tak malu-malu menyebut dirinya masih tembem seperti ketika kecil.

"That was a good memories," ucapnya.

Tak hanya bercerita tentang masa lalunya di Yogyakarta, Maya juga membuktikan bahwa dirinya memiliki kedekatan yang sangat erat dengan Indonesia maupun dengan Yogyakarta.

Adapun Barack Obama dan Maya Soetoro memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat. Keduanya lahir dari rahim seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham. Hanya saja, antara Obama dan Maya, memiliki ayah yang berbeda. Ayah Obama adalah Barack Husein Obama, seorang pria Afrika berkewarganegaraan Kenya. Sedangkan Maya, adalah anak dari Lolo Soetoro, yang merupakan warga Jawa Timur.

Sekitar 10 menit, ia berusaha membawakan pidatonya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Maya tampaknya cukup fasih mengucapkannya. Nyaris tidak ada logat bahasa Inggris yang bercampur dengan bahasa Indonesia, berbeda dengan bintang sinetron Cinta Laura ketika berbicara. Hanya saja, ia memang sesekali bertanya kepada moderator mengenai pemilihan kata yang tepat.

"Assalamu'alaikum," ucap istri dari seorang pria Kanada keturunan Cina, bernama Konrad Ng ini.

Sesaat setelah memeroleh jawaban dari ratusan mahasiswa, perempuan berambut keriting ini menjawab kembali namun dengan menggunakan bahasa jawa. "Matur nuwun," pendeknya kemudian tertawa.

Lama berbicara bahasa Indonesia, Maya pun akhirnya "menyerah".

"Ok, saya akan pakai bahasa inggris saja ya, soalnya sudah mulai keringatan," katanya seraya disambut tepukan tangan.

Banyak hal yang ia bagikan melalui kuliah umum tersebut. Namun fokusnya pada upaya membangun perdamaian dan toleransi di tegah berbagai keberagaman. Yogyakarta bagi Maya, merupakan contoh nyata bagaimana keberagama berpadu padan dengan tingginya toleransi.

Adapun, sebelum memberikan kuliah umum, malam harinya Maya menyempatkan diri berkunjung ke rumah sepupunya. Dalam pertemuan tersebut, Maya sempat berdiskusi tentang keragaman budaya dan toleransi di Yogyakarta. Demikian juga, dia berdiskusi tentang Islam.

"Dia mengatakan seperti ini, 'Lakum Dinnukum Waliyadinn'. Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku. Saya pikir, ini lebih dari sekadar toleransi, tapi juga ada semangat persaudaraan yang sangat kuat," jelas akademisi yang berhasil meraih gelar PhD dari Universitas Hawaii ini.

Kuncinya, tambah dia, toleransi dan perdamaian bisa tercipta jika setiap orang membiasakan untuk melihat sesuatu dari berbagai perspektif. Supaya tidak terjebak dengan prasangka, ada baiknya untuk mencoba menempatkan diri berada di pihak lain.

Seusai memberikan kuliah umum, Maya Soetoro bersama rombongan bertolak menuju SMP N 2 Cangkringan. Di sekolahan ini, ia menyaksikan simulasi tanggap bencana dan evakuasi bencana yang diperagakan oleh para siswa. Di salah satu sesi, Maya duduk bersama para siswa di dalam kelas sambil mendengarkan paparan dari seorang staf pengajar.

Agenda kunjungan Maya memang terhitung padat. Setelah selesai di SMP N 2 Cangkringan, dirinya kemudian bergeser menuju kompleks Hunian Tetap (Huntap) di Pagerjurang.  Tidak ada pengamanan ketat selama agenda kunjungan perempuan yang disebut-sebut media asing sebagai salah satu kekuatan inti pribadi Obama ini. Ia hanya dikawal voorijder, selama dalam perjalanan. Sementara diluar itu, ia bebas berinteraksi bersama siapapun yang ia temui.

"Ibunya ramah banget ya," ucap seorang pelajar SMP N 2 Cangkringan tak lama setelah Maya melempar senyum ke arahnya

Baca Juga:

  • Adik Barack Obama Keringetan Berbahasa Indonesia
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.