Adik Ratu Atut Jalani Pemeriksaan di KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK), Tubagus Chaery Wardana (TCW) menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2013) malam.

Terpantau, adik kandung Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah keluar dari ruang tahanan di basement KPK diantar mobil tahanan menuju ruang pemeriksaan yang masuk lewat lobi utama sekitar pukul 20.50 WIB.

Mengenakan baju biru yang dibalut baju tahanan KPK dan celana jeans warna gelap, Tubagus berjalan dengan terburu-buru setelah keluar dari mobil tahanan. Tak sepatah kata terucap dari suami Walikota Tanggerang Selatan (Tangsel) Banten, Airin Rachmi Diany.

Tersangka lainnya kasus tersebut, Susi Tur Andayani (STA) juga masuk ruang pemeriksaan sekitar pukul 21.02 WIB. Sama seperti Tubagus, Susi enggan untuk berkomentar mengenai kasus yang menjeratnya.

Sementara itu, tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, Chairun Ninsa (CN) terlihat keluar gedung KPK sekitar pukul 21.05 WIB. Berbeda seperti kemarin, Chairun Nisa terlihat lebih tenang setelah menjalani pemeriksaan selama tiga jam.

Sayangnya, anggota DPR fraksi Golkar yang telah merampungkan pemeriksaannya itu enggan berkomentar saat hendak diboyong kembali ke Rutan KPK dengan menumpang mobil tahanan KPK.

Dikonfirmasi soal pemeriksaan Tubagus dan Susi malam hari, Juru Bicara KPK, Johan Budi menyatakan bahwa pihaknya hendak mengkonfirmasi soal barang bukti yang disita penyidik KPK dari hasil penggeledahan.

"Para tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi Ketua MK terkait sengekta Pilkada yang dibawa malam ini oleh penyidik untuk keperluan konfirmasi barang bukti yang disita, untuk penyelesaian administrasi," kata Johan melalui pesan singkat. (Edwin Firdaus)

Baca Juga:

Malam-malam KPK Panggil Empat Tersangka Suap Akil, Ini Alasannya

Warga Kodi Menari Ronggeng Rayakan Penangkapan Akil Mochtar

Gubernur Sjachroedin Akui Pernah Utang Budi pada Susi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.