Adik Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Keluarga Tewas di Kalideres 5 Tahun Lalu

Merdeka.com - Merdeka.com - Ris Astuti, adik kandung dari salah satu korban yang meninggal di Perumahan Citra Garden Satu Extension, RT 007, RW 015, blok AC5/7 mendatangi Polsek Kalideres. Ia datang bersama dengan suaminya Handoyo, untuk meminta surat pengambilan jenazah para korban.

Usai meminta surat tersebut, Handoyo mengatakan, sekeluarga yang ditemukan tewas mempunyai kepribadian yang sangat tertutup. Hal ini sama dengan apa yang pernah disampaikan oleh Asiung, Ketua RT setempat.

"Sama tertutup, kita makanya tidak ada komunikasi karena tertutupnya itu. Jadi, kita enggak bisa memberi masukan apa info-info. Karena sudah sekian tahun tidak pernah ada hubungan," kata Handoyo kepada merdeka.com di Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (12/11).

"Kalau saya pribadi komunikasi terakhir sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah komunikasi. (Kalau istri) Mungkin lima tahunan ya. Terkait ucapan selamat ulang tahun aja," sambungnya.

Sepanjang ingatan Handoyo, terakhir kali dia bertemu dan berinteraksi langsung dengan keluarga tersebut sekitar 20 tahun lalu. Itu pun disebutnya, pada saat dirinya pindahan rumah.

"(Terakhir ketemua) Iya itu 20 tahun lalu. Kalau enggak salah dalam rangka saya pindah rumah ya. Dateng (ke rumah)," sebutnya.

Tak hanya itu, Handoyo pun juga mengaku tidak mengetahui jika mereka mempunyai kendaraan mobil serta motor. "Tidak tahu sama sekali, dia punya mobil, motor apa kita tidak pernah tahu. Iya (bener tertutup)," tutupnya.

Senada dengan Handoyo, Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar menyebut, sekeluarga yang tewas dikenal oleh warga sebagai orang yang tertutup.

"Karena kelaparannya bukan berarti tidak ada makanan, tapi keluarga itu tertutup sehingga tidak ada yang tahu kalau dia kekurangan makanan," ujar Syafri.

Sebelumnya, ditemukan empat mayat di dalam rumah yang berada di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Penemuan mayat itu dibenarkan oleh Kanit Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy.

"Iya (ditemukan empat mayat di dalam satu rumah)," kata Avrilendy saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (11/11).

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar pada Kamis (10/11) kemarin yang kemudian dilaporkan kepada RT setempat.

"Kemarin (ditemukan), ada yang laporan ke RT karena bau nyengat dari luar," ujarnya.

Ia menyebut, dari hasil penyelidikan awal pihaknya tidak ditemukan adanya luka akibat terkena benda tajam ataupun tumpul dari korban.

"(Ada luka terkena benda tajam atau tumpul) nihil," sebutnya. [tin]