Adinda Thomas Kesulitan Perankan Widya pada Film KKN di Desa Penari

Liputan6.com, Jakarta - Adinda Thomas terpilih menjadi salah satu pemeran utama dalam film KKN di Desa Penari. Ia berperan sebagai Widya.

Seorang mahasiswi tingkat akhir, yang harus melakukan KKN. Adinda Thomas mengaku menemukan kesulitan dalam memerankan Widya yang diceritakan dari kasus yang viral itu.

Selain harus berakting dengan ular yang cukup besar, Adinda Thomas juga berdialog dengan logat Surabaya yang kental.

 

Dari Sunda

Sebelum memerankan Widya di film KKN di Desa Penari, Adinda Thomas sudah membintangi 6 judul film sepanjang kariernya. Film terakhir yang ia bintangi berjudul 99 Nama Cinta yang rilis pada 14 November 2019. (Liputan6.com/IG/@adindathomas)

Adinda Thomas mengaku dirinya bukan keturunan Jawa, apalagi Surabaya.

"Aku kan orang Sunda ya, nah kesulitan paling dialek. Karena aku bukan orang Jawa yang notabene Widya itu orang Surabaya. Dialeknya juga harus kental," terang Adinda Thomas, di lokasi syuting KKN di Desa Penari, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

 

Pelatih Akting dari Surabaya

KKN di Desa Penari (Foto: Instagram/@kknmovie)

"Coach akting kita ini sebenernya dari orang Surabaya, jadi sangat membantu. Di sini juga hampir banyak orang Jawa. Mas Ipung, DOP kita juga orang Surabaya, jadi ngebantu juga pas di set. Kalo dialognya kurang tepat, bisa dikoreksi. Alhamdulillah ada yang jagain," lanjutnya.

 

Tak Lepas Dialek Jawa

Agar bisa menjiwai perannya, Adinda Thomas tetap berdialek Jawa saat break syuting.

"Makanya, meski kita lagi break atau ngobrol, enggak lepas peran kita. Aku tetap pakai dialek Jawa, dan panggilan juga bukan pake nama asli," sambungnya.

 

Horor Pertama

Bagi Adinda Thomas, film KKN di Desa Penari merupakan film horor pertama.

"Ini film horor pertamaku, dan syuting di hutan kayak gini juga baru pertama kali. Biasanya syuting lebih banyak siang dan pagi, kalau ini malem. Itu yang harus disesuaikan juga," pungkasnya.