Adinda Thomas Sisipkan Pengalaman Pahit Soal Cinta Pertamanya di Film Aku Apanya Kamu

Fimela.com, Jakarta Adinda Thomas didapuk sebagai salah satu pemeran utama dalam film bergenre drama, Aku Apanya Kamu. Dalam film yang menceritakan serba-serbi peliknya cinta pertama itu, perempuan 29 tahun itu diminta untuk menuangkan beberapa pengalaman pribadinya tentang cinta pertamanya.

Hal itu disampaikan Adinda Thomas saat konferensi pers di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (12/1/2023). Ia menyebut jika sakit hati yang pernah dialami dengan cinta pertamanya dulu sedikit banyak akan tervisualisasi dalam film Aku Apanya Kamu.

"Ya kita kan kita pasti pernah sakit hati sama hubungan. Mungkin bumbu sakit hati yang pernah singgah di hidup saya, itulah yang bisa aku ceritakan ketika mas Eugene menanyakan pengalaman cinta pertama," ungkap Adinda Thomas.

Sisipkan Pengalaman Pribadi

[Foto/Istimewa]
[Foto/Istimewa]

Dalam film yang diproduksi oleh Dogma Pictures tersebut, Adinda Thomas memerankan karakter bernama Fraya. Fraya sendiri diakui Adinda Thomas memiliki karakter yang cukup berbeda dengan personalnya, namun memiliki sedikit kesamaan soal pengalaman cinta. Hal itu yang disebut Adinda Thomas cukup memudahkan untuk bisa memaksimalkan pendalaman saat berakting.

"Adalah perasaan yang bisa dipetik untuk Fraya, kehidupannya Adinda dengan cinta pertamanya. Ada poin-poinnya cinta pertama yang aku bawa ke film ini tapi nggak bisa aku ceritain," tuturnya kemudian.

Jalan Cerita

[Foto/Istimewa]
[Foto/Istimewa]

Secara garis besar, film Aku Apanya Kamu bercerita tentang sebuah persahabatan antara Fraya (Adinda Thomas) seorang pembuat kue, Tya (Rania Putrisari) seorang pekerja kreatif, dan Dara (Annette Edoarda) yang pandai dan sedang berjuang mendapatkan disertasi doktoralnya di Leiden, Belanda. Persahabatan mereka mulai merenggang ketika muncul sosok Elmar (Elang El Gibran).

Eugene Panji yang bertindak sebagai sutradara menyebut meski mengambil tema besar soal cinta, namun film yang akan menjalani proses syuting di Belanda itu mempunyai sudut pandang berbeda. Terlebih, ia pun mengaku sudah melakukan riset lebih dulu sebelum proses penggarapannya berlangsung.

"Kenapa cinta pertama, kita mikir apa yang menarik dari point of view cinta. Cinta pertama belum tentu pacar pertama tapi yang namanya cinta pertamanya it taste forever dan kebanyakan orang, kurang lebih 100 orang yang kita tanya tentang cinta pertamanya itu selalu berakhir dengan kegagalan, 85 persen lah," ucapnya.

"Bukan tentang sakit dan senangnya, tapi tentang perjalanan. Itu yang kemudian di-mark sebagai cinta pertama dan ini yang menarik sebetulnya dari film kami. The Journey from the first love," sambungnya kemudian.