Adopsi Teknologi Telehealth untuk Kurangi Potensi Terpapar COVID-19

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 2 menit

VIVATelkomtelstra bekerja sama dengan ipSCAPE, Oracle dan SME, menyediakan solusi teknologi inovatif, yakni Cloud Contact Center dan Digital Customer Engagement, guna mengimplementasikan teknologi telehealth.

Dengan teknologi inovatif ini, rumah sakit dan dokter spesialis bisa tetap memberikan layanan kesehatan berupa konsultasi pasien poliklinik non-COVID-19, sehingga mengurangi risiko terpapar wabah ini ketika berkunjung ke rumah sakit, sekaligus memperluas layanan bagi lebih banyak pasien dengan aman.

Baca: Konsultasi Kesehatan Jiwa Meningkat saat Pandemi

Solusi teknologi Cloud Contact Center dan Digital Customer Engagement juga dapat membantu pasien yang terinfeksi atau dicurigai terpapar COVID-19 untuk dimonitor dan dinilai secara remote (jarak jauh) terkait kondisi kesehatannya, serta rekam medis penyakit yang sudah ada sebelumnya.

"Solusi ini diberikan untuk poliklinik dengan risiko COVID-19 yang tinggi dan penyakit komorbid, yakni untuk dokter spesialis paru, spesialis THT, spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, dan spesialis syaraf," kata Chief Customer Officer Telkomtelstra, Agus F Abdillah, Jumat, 20 November 2020.

Berbekal kedua teknologi tersebut, maka rumah sakit dapat mengidentifikasi penyakit dan memberikan perawatan yang tepat serta mengurangi interaksi fisik antara tenaga medis dan pasien.

Menurut Agus, sebagai sarana untuk bisa melindungi tenaga medis dari risiko COVID-19, teknologi ini juga secara transparan menyimpan segala rekam medis sebagai bentuk interaksi pasien dan dokter dalam bentuk digital. "Solusi telehealth ini yang bertujuan untuk mencegah kunjungan fisik pasien yang tidak kritis ke rumah sakit,” tuturnya.

Solusi Cloud Contact Center memungkinkan rumah sakit untuk melakukan panggilan keluar jarak jauh kepada pasien yang mendaftar melalui situs rumah sakit atau dirujuk oleh puskesmas guna verifikasi dokumen pribadi serta penilaian informasi lebih lanjut.

“Setelah itu, agen Contact Center akan memandu pasien untuk mengakses solusi teknologi kami yang lain, yakni Digital Customer Engagement, yang memungkinkan mereka untuk menjadwalkan dan melakukan konsultasi video online dengan dokter di rumah sakit,” jelas Agus.

Ia juga menambahkan rumah sakit yang sudah menggunakan teknologinya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat. "Kami membuka pintu lebar untuk berkolaborasi dengan rumah sakit lainnya dengan kedua solusi ini yang dapat dimulai dengan skema POC (proof of concept)/committed trial," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tarakan, Dian Ekowati, menyebut peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan akut di rumah sakit maupun di unit perawatan intensif (ICU) dan pasien konfirmasi positif tanpa gejala. Penerapan layanan telehealth bisa menjadi pilihan yang lebih aman bagi pasien dengan mengurangi potensi terpapar virus.

Pada saat yang sama, teknologi ini juga dapat mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan dengan meminimalkan lonjakan jumlah pasien di fasilitas rumah sakit, sekaligus mengurangi penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh tenaga medis.

“Dengan solusi telehealth, rumah sakit dapat memberikan jawaban atas pertanyaan pasien dan mendiskusikan masalah secara real-time dari jarak jauh, seperti pada kunjungan rumah sakit biasa, tetapi dari kenyamanan rumah pasien,” ujar Dian.