Adu Banteng, Tradisi Panjang di Spanyol yang Tuai Pro Kontra

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan orang terlihat menyemut di Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu, 4 Juli 2021. Meski di tengah pandemi Covid-19, mereka antusias menyaksikan adu banteng di dalam Plaza de Toros de Las Ventas.

Sebagian dari penonton, baik lelaki maupun perempuan, terlihat memakai masker. Di tengah masa krisis kesehatan global, adu banteng jadi salah satu hiburan tersendiri bagi warga Spanyol.

Para matador berjalan melakukan 'paseillo' atau ritual masuk ke arena sebelum adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)
Para matador berjalan melakukan 'paseillo' atau ritual masuk ke arena sebelum adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)

Sebelum adu banteng dimulai, para matador menjalani paseillo, ritual untuk masuk ke gelanggang. Mereka mengenakan traje de luces atau pakaian Spanyol yang dipakai untuk adu banteng, lengkap dengan montera, yakni topi yang dipakai matador.

Matador Emilio de Justo saat adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)
Matador Emilio de Justo saat adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)

Las Ventas sendiri dibangun menggunakan bata merah dengan dekorasi keramik bermotif yang diresmikan pada 1931. Pada kesempatan itu, delapan matador berpartisipasi dalam adu banteng pertama di Las Ventas pada 16 Juni tahun itu.

Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, matador Emilio de Justo saat adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, matador Emilio de Justo saat adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)

Perayaan itu merupakan acara amal untuk mengumpulkan dana bagi para pengangguran, melansir dari laman resmi Las Ventas, Jumat, 9 Juli 2021. Tempat ini mampu menampung lebih dari 20 ribu penonton.

Seekor banteng yang mati diseret keluar dari arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)
Seekor banteng yang mati diseret keluar dari arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)

Arena ini sempat tidak beroperasi beberapa lama, tapi pada 1947 Livino Stuyck menciptakan San Isdiro Fair. Kala itu, perayaan selama berhari-hari ini membawa Madrid menjadi alun-alun terpenting di dunia.

Matador Spanyol Emilio de Justo membunuh seekor banteng dengan pedang saat adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)
Matador Spanyol Emilio de Justo membunuh seekor banteng dengan pedang saat adu banteng di arena adu banteng Las Ventas, Madrid, Spanyol, Minggu (4/7/2021). Adu banteng ini berlangsung di tengah pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Manu Fernandez)

Spanyol melanjutkan kembali tradisi adu banteng sejak lockdown Covid-19 di negara tersebut dilonggarkan. Kegiatan tersebut mengobarkan debat memanas antara sayap kanan yang mempertahankan tradisi itu dan kelompok kiri yang mengutuk kegiatan tersebut karena dinilai kekejaman terhadap hewan, melansir dari laman VOA Indonesia.

Bagi sayap kanan, adu banteng merupakan kekuatan persatuan bangsa. Namun, para pembela adu banteng itu merasa khawatir dengan semakin terkikisnya dukungan dari masyarakat umum.

Infografis Benarkah Vaksin COVID-19 Bikin Kekebalan Tubuh 100 Persen?

Infografis Benarkah Vaksin Covid-19 Bikin Kekebalan Tubuh 100 Persen?
Infografis Benarkah Vaksin Covid-19 Bikin Kekebalan Tubuh 100 Persen?

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel