Adu Cantik Ratusan Bonsai Terbaik di Ciwo Surabaya, Siapa Pemenangnya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Sebanyak 950 pohon bonsai dari sejumlah daerah dipamerkan di East Parking Area Ciputra World (Ciwo) Kota Surabaya, Jatim, sejak 8 hingga 18 November 2021.

Ketua Panitia acara Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Surabaya Andre Sutanto menyatakan, pihaknya sangat bangga para kolektor bonsai bersedia mengeluarkan pohon-pohon terbaiknya untuk diikutsertakan dalam kontes.

Ia menyebut, kontes bonsai ini juga terbagi menjadi lima kelas mulai dari kelas prospek atau pemula, regional, madya, utama, dan bintang.

"Ini adalah jumlah yang spektakuler dan rekor. Para juara-juara best in show berkumpul di Surabaya untuk bertarung memperebutkan siapa yang terbaik," katanya dikutip dari Antara, Senin (15/11/2021).

Andre pun tak menampik pandemi juga berdampak signifikan terhadap geliat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bonsai. Selama hampir dua tahun terakhir, UMKM bonsai termasuk perputaran ekonomi di dalamnya ikut terhenti.

Ia bersyukur situasi COVID-19 di Surabaya kini mulai melandai. Menurutnya, kalau tidak ada pameran bonsai, geliat UMKM dan semuanya tidak berjalan dengan lancar.

"Pendapatan untuk mereka (UMKM) juga tidak ada. Pengaruh juga terhadap pengrajin pot, budidaya bonsai, seniman bonsai hingga jual beli bonsai," kata dia.

Menurutnya, semua kalangan dapat berperan serta dalam pohon bonsai. Terlebih lagi, kaum milenial saat ini juga mulai menjadikan pohon bonsai sebagai investasi jangka panjang.

"Karena tidak ada bonsai itu tambah lama tambah murah (harganya). Tambah lama itu tambah mahal karena tingkat kematangan tinggi dan lain-lain," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Terus Berkembang

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada saat meninjau pameran, Sabtu (13/11), menilai pameran dan kontes bonsai ini menunjukkan kreativitas dan kreasi UMKM bonsai bisa terus bergerak dan dijalankan seiring situasi COVID-19 di Surabaya melandai.

Eri berharap, pameran dan kontes bonsai seperti ini dapat terus diadakan rutin ke depannya. Sehingga UMKM yang bergerak di bidang bonsai bisa terus bergeliat dan khususnya bagi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Surabaya.

"Sehingga pameran bonsai terus bisa bergerak, terus bisa berkembang. Tapi bukan berarti pamerannya menunggu Nasional. Kalau Surabaya bisa mengadakan, tidak (harus) menunggu pameran Nasional," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel