Adu Janji Donald Trump Vs Joe Biden di Pemilu AS, Siapa Lebih Meyakinkan?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Washngton D.C - Pemilu AS 2020 telah tiba, warganya tengah menanti keputusan siapa yang akan duduk di Gedung Putih selama empat tahun ke depan. Presiden petahana Donald Trump atau saingannya dari Demokrat Joe Biden?

Meskipun penghitungan suara dilakukan pada hari yang sama saat Pemilu AS digelar, 3 November 2020, namun tidak mengherankan jika hasil akhir di penghujung hari tak bisa didapat. Alasanya, karena pandemi COVID-19, kondisi itu membuat pemilih diberikan pilihan untuk memberikan hak suara melalui surat termasuk cara yang ada.

Oleh karena itu, mungkin perlu sedikit lebih banyak waktu untuk menghitungnya.

Di tengah masa penghitungan suara Pemilu AS, berikut ini rekam janji kedua capres yang mereka buat selama kampanye kepada rakyat Amerika, dikutip dari India TV, Rabu (4/10/2020):

Janji Donald Trump

  1. Mengembangkan vaksin untuk Virus Corona COVID-19 pada akhir tahun 2020, dan bekerja untuk mengembalikan negara kembali normal pada tahun 2021, mempersiapkan diri untuk menghadapi pandemi di masa depan.

  2. Menciptakan 1 crore (10 juta pekerjaan baru).

  3. Donald Trump juga berjanji untuk memotong pajak yang akan meningkatkan gaji yang dibawa pulang dan mempertahankan lapangan pekerjaan di Amerika.

  4. Mengubah Amerika Serikat menjadi negara adidaya manufaktur untuk mengakhiri ketergantungan pada China.

  5. Melanjutkan agenda untuk kemandirian energi.

  6. Menempatkan fokus pada pengajaran soal keistimewaan Amerika.

  7. Di bidang perawatan kesehatan, Donald Trump telah berjanji akan membawa rencana kesehatan baru dengan mengusulkan premi asuransi rendah, mencakup semua kondisi yang sudah ada sebelumnya (sesuatu yang juga telah dia janjikan dalam debat presiden), melindungi jaminan sosial dan pengobatan. Presiden juga berjanji untuk melindungi para veteran dan layanan kesehatan kelas dunia.

  8. Donald Trump telah berjanji untuk memblokir imigran ilegal agar tidak memenuhi syarat untuk skema kesejahteraan yang didanai oleh uang pembayar pajak, perawatan kesehatan, biaya kuliah gratis.

  9. Dia mengatakan bahwa pemerintahnya akan memastikan deportasi wajib bagi anggota geng non-warga negara.

  10. Melarang perusahaan Amerika mengganti warga AS dengan pekerja asing berbiaya rendah.

  11. Mewajibkan pendatang baru untuk dapat menghidupi diri sendiri secara finansial.

Janji Joe Biden

Ilustrasi Pilpres AS 2020, Joe Biden. (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Pilpres AS 2020, Joe Biden. (Liputan6.com/Abdillah)
  1. Joe Biden telah menjanjikan vaksin Virus Corona COVID-19 gratis untuk semua warga Amerika jika dia memenangkan Pemilu AS.

  2. Biden mengatakan dia akan memperbaiki kegagalan model pengujian dan penelusuran kasus COVID-19 yang dilakukan Trump, masalah peralatan pelindung pribadi.

  3. Ia mengatakan bahwa pemerintahnya akan memberikan rencana pedoman nasional yang jelas, konsisten, dan berbasis bukti untuk distribusi efektif pengobatan dan vaksin.

  4. Melindungi kaum lanjut usia Amerika dan mereka yang berisiko tinggi selama pandemi.

  5. Menerapkan wajib memakai masker.

  6. Membangun kembali dan memperluas pertahanan yang telah dibongkar Trump untuk memprediksi pencegahan dan mitigasi ancaman pandemi termasuk yang datang dari China.

  7. Untuk mengembalikan pekerjaan, Joe Biden telah berjanji akan memberikan bantuan yang mereka butuhkan kepada pemerintah negara bagian, lokal, dan suku sehingga para pendidik petugas pemadam kebakaran dan pekerja penting lainnya tidak di-PHK.

  8. Perpanjang asuransi pengangguran krisis COVID-19 untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan.

  9. Bekerja untuk menyediakan paket bagi bisnis jalanan utama dan pengusaha yang terkena dampak pandemi COVID-19 untuk membantu mereka bangkit.

  10. Joe Biden juga berjanji akan memaksa China untuk bermain dengan aturan perdagangan internasional, sesuai aturan perusahaan asing, dan tindakannya di Laut China Selatan.

  11. Mereformasi sistem imigrasi AS untuk menyambut imigran di komunitas.

  12. Mencabut larangan perjalanan dan pengungsi non-Amerika, juga disebut sebagai "larangan Muslim", menegaskan kembali komitmen Amerika untuk pencari suaka dan pengungsi, mengatasi akar penyebab migrasi tidak teratur, dan menerapkan pemeriksaan perbatasan yang efektif.

Peta Pemilu AS 2020

Saksikan Juga Video Ini: