Adu Kemampuan Poco M3 vs Oppo A53, Pilih Mana?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Poco M3 baru saja diperkenalkan pada bulan lalu di Indonesia. Poco mengklaim smartphone ini sebagai new entry level killer untuk pasar Tanah Air.

Tekno Liputan6.com pun sudah mengulas Poco M3 secara keseluruhan bulan lalu. Nah untuk kali ini, kami akan membandingkan Poco M3 dengan smartphone lain di kelas yang sama.

Sebagai perbandingannya, kami memilih Oppo A53 yang sebenarnya rilis tahun lalu. Smartphone ini dipilih karena Country Head Xiaomi Indonesia Alvin Tse sempat membandingkannya dengan Poco M3 saat peluncuran.

Kami pun melakukan perbandingan singkat ini utamanya untuk mengetahui pengalaman masing-masing smartphone saat digunakan dalam pemakaian sehari-hari. Seperti apa ulasannya? Simak pembahasan berikut ini.

Desain

Untuk desain, Poco M3 dan Oppo A53 mengambil pendekatan berbeda. Smartphone terbaru baru Poco ini hadir dengan desain waterdrop notch, sedangkan Oppo A53 tampil dengan punch-hole.

Kedua desain ini memang jamak digunakan di smartphone saat ini. Namun harus diakui, desain punch-hole kini menjadi pilihan lebih banyak vendor, ketimbang waterdrop notch.

Adapun untuk resolusi layar, Poco M3 hadir dengan resolusi Full HD Plus (2340x1080) dan Oppo A53 memiliki resolusi layar HD Plus (1600×720).

Sementara untuk bodi, kami merasa secara keseluruhan dua smartphone ini tampil apik. Poco M3 dengan bodi bertekstur seperti leather dan Oppo A53 tampil dengan bodi glossy dengan efek kaca.

Kedua smartphone ini juga sama-sama memiliki kamera belakang yang disusun secara vertikal.

Bedanya, pemindai sidik jari Oppo A53 diletakkan di bodi belakang dan Poco M3 ada di sisi kanan bodi yang juga sekaligus berfungsi sebagai tombol power.

Saat digenggam, keduanya memberikan pengalaman yang tidak jauh berbeda, mengingat ukuran layar yang tidak berbeda jauh. Poco M3 memiliki bentang layar 6,53, sedangkan Oppo A53 berukuran 6,5 inci.

Performa

Ilustrasi penampakan Poco M3 (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)
Ilustrasi penampakan Poco M3 (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Untuk spesifikasi, Poco M3 menggunakan chipset Snapdragon 662 dan Oppo A53 memiliki Snapdragon 460. Meski memiliki chipset yang berbeda, kami merasa pengalaman yang diberikan sama-sama baik.

Bahkan khusus untuk Oppo A53, smartphone ini sudah mendukung refresh rate 90Hz. Karenanya, pengalaman saat mengakses internet atau menjelajah media sosial, seperti Instagram terasa lebih mulus.

Namun untuk gambaran tentang performa di atas kertas dari masing-masing smartphone, kami melakukan pengujian benchmark dengan aplikasi GeekBench.

Hasilnya, Poco M3 mencatatkan skor 312 untuk single-core dan 1.237 untuk multi-core. Sementara Oppo A53 memiliki skor 253 di single-core, sedangkan multi-core menghasilkan skor 1.154.

Saat dipakai bermain gim, kami merasa keduanya mampu menjalankannya dengan lancar dan tidak ada lag mengganggu. Hanya pengaturan grafis saat bermain tidak dapat disetel ke kualitas tinggi.

Untuk diketahui saat bermain gim, kami mencobanya dengan memainkan Mobile dan League of Legends: Wild Rift. Kedua smartphone ini dibekali pula stereo speaker untuk pengalaman multimedia yang lebih nendang.

Performa keduanya didukung baterai berkapasitas besar dengan fitur fast charging 18W. Poco M3 memiliki baterai 6.000mAh, sedangkan Oppo membenamkan baterai 5.000mAh di A53.

Dengan kapasitas baterai itu, keduanya mampu diajak untuk beraktvitas seharian, mulai dari akses media sosial, mendengarkan lagu, termasuk menonton video.

Kamera

Kamera belakang Poco M3. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)
Kamera belakang Poco M3. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Untuk fotografi, keduanya memiliki konfiguras yang sama. Baik Poco M3 dan Oppo A53 memiliki tiga kamera belakang yang terdiri dari lensa utama, lensa makro, dan depth sensor.

Adapun untuk konfigurasinya, Poco M3 memiliki lensa utama 48MP, lensa makro 2MP, dan depth sensor 2MP. Sementara Oppo A53 memiliki lensa utama 13MP, lensa makro 2MP, dan depth sensor 2MP.

Secara keseluruhan, keduanya mampu menghasilkan gambar yang apik untuk di kelasnya. Namun keduanya memiliki karakteristik hasil foto yang sedikit berbeda.

Kami merasa warna yang dihasilkan Poco M3 terasa lebih vivid, sedangkan warna keluaran Oppo A53 cenderung warm. Sementara untuk foto malam hari, Night Mode absen di Oppo A53.

Untuk mengetahui seperti apa hasil foto dari masing-masing smartphone, berikut ini kamu ada beberapa di antaranya.

Hasil Foto Poco M3

Hasil Foto Oppo A53

Kesimpulan

Tampak belakang Poco M3 dan Oppo A53. (Liputan6.com/Agustinus M Damar)
Tampak belakang Poco M3 dan Oppo A53. (Liputan6.com/Agustinus M Damar)

Berdasarkan ulasan di atas, Poco M3 dan Oppo A53 mampu memenuhi kebutuhan pengguna di segmennya, meski masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Hal itu dapat dilihat dari kemampuan keduanya untuk melaksanakan tugas dalam aktivitas sehari-hari, seperti mengakses media sosial, menjelajah internet, hingga bermain gim.

Bahkan untuk menikmati konten multimedia, Poco M3 dan Oppo A53 sudah dibekali stereo speaker yang membuat pengalaman yang dihasilkan lebih baik.

Di samping itu, keduanya didukung baterai berkapasitas besar. Sejauh pengalaman kami menggunakan keduanya, daya tahan baterai yang dimiliki sangat baik.

Terlebih, baterai yang besar itu didukung dengan kemampuan fast charging. Bahkan pada Poco M3, kapasitas baterai lebih besar membuatnya menjanjikan daya tahan lebih lama.

Sementara dari spesifikasi, Poco M3 memiliki chipset yang sedikit lebih mumpuni ketimbang Oppo A53. Meski sebenarnya tidak terasa saat pemakaian, perbedaan dapat dilihat pada hasil pengukuran benchmark.

Layar Poco M3 juga sudah mendukung Full HD Plus. Kendati demikian, Oppo A53 memiliki layar dengan refresh rate 90Hz yang nyatanya membuat pengalaman mengakses konten terasa lebih mulus.

Nah, bagaimana dengan kamu sendiri, pilih tim Poco M3 atau Oppo A53?

(Dam/Isk)