Adu Mulut Ali Ngabalin Vs Andi Mallarangeng Soal Aksi Moeldoko

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin berdebat panas dengan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat membahas mengenai Kepala Staf Presiden Moeldoko yang dituding melakukan upaya Kudeta Kepemimpinan Partai Demokrat. Peristiwa bermula ketika Andi Mallarangeng meminta kepada Ali agar tak usah mencampuri urusan Demokrat.

"Saya mau ingatkan kepada Ali Ngabalin dan staf KSP tak usah ikut-ikutan urusan Partai Demokrat, kalau ada yang mau membela Pak Moeldoko, biarlah mereka peserta KLB abal-abal dalam konteks urusan dengan Partai Demokrat, kecuali ini urusan langsung dari istana, itu saya ingatkan mudah-mudahan tidak dilakukan," kata Andi dalam program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Minggu 7 Maret 2021

Ali langsung berbicara dengan nada tinggi membantah keterlibatan Istana dalam kisruh Demokrat. Menurut ngabalin, jika ada yang menyeret Jokowi dalam kisruh Partai Demokrat, siapapun orangnya, Ngabalin akan menghadapinya dan memberikan bantahan.

"Saya bagi saya siapapun yang menyeret-nyeret nama Presiden Joko Widodo dalam urusan kalian yang namanya Partai Demokrat ini, ini adalah urusan yang remeh-temeh, yang saya bilang kepada siapapun yang menyeret nama Jokowi dalam urusan internal partai Demokrat, Saya akan maju dan menghadapi kalian," tegas Ngabalin.

Namun Andi kembali menanggapi pernyataan Ngabalin, dan menyebutkan tak ada yang menyeret nama Presiden Joko Widodo. Partai Demokrat hanya sekadar bertanya kepada Jokowi mengingat Jokowi adalah atasan dari Moeldoko.

Apakah Moeldoko telah mendapatkan izin atas aksinya yang berusaha merebut kepemimpinan Partai Demokrat. "Nggak ada yang menyeret nama pak Jokowi, yang ada kita meminta, bertanya kepada Pak Jokowi sebagai Presiden. Kita bertanya, boleh nggak bertanya kepada presiden," ujar Andi.

Namun ngabalin tetap tidak maukalah dan mengaku apapun yang melibatkan Jokowi, Dia akan ikut menjelaskan.

"Ketika Anda menyebutkan menduga-duga nama presiden Joko Widodo, maka saya akan tampil, saya akan menghadapi, kapan dan di mana dan siapapun dari Demokrat ketika Anda membawa nama Presiden Jokowi pasti saya akan tampil," ujarnya.

Andi kembali mengatakan, Dia hanya menanyakan kepada Presiden apakah Presiden memberikan izin kepada Moeldoko untuk melakukan upaya kudeta tersebut.

"Saya mau tanya, masa nanya aja kok nggak boleh, saya bertanya boleh nggak saya bertanya. Apa sudah dapat izin dari presiden nggak dia," ujarnya.