Adu Visi Dua Paslon Pilkada Surabaya Saat Penghujung Debat Perdana

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Debat publik pertama pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya 2020 berjalan sengit pada Rabu, 4 November 2020.

Pada penghujung acara, masing-masing paslon memberikan closing statement untuk meningkatkan komitmen dalam mewujudkan program kerja jika nanti terpilih.

Paslon nomor urut satu, Eri dan Armudji mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan closing statement. Dalam penutupnya, Eri berjanji jika terpilih akan menjadikan Surabaya menjadi kota yang diakui dunia.

“Surabaya harus dan akan melompat lebih tinggi. Insyaallah 5 tahun ke depan jika kami diberi kepercayaan oleh rakyat, Eri Cahyadi dan Armuji akan membangun Surabaya menjadi kota yang diakui dunia," ujar Eri, seperti dikutip Kamis, (5/11/2020).

Selain itu, ia menambahkan APBD Rp 10 triliun, Surabaya sudah dapat mendongkrak produk domestik regional bruto (PDRB) menjadi lebih dari Rp 580 triliun. Hal tersebut menjadikan Surabaya menjadi kota nyaman untuk menjadi tempat tinggal bagi semua orang tidak memandang suku maupun agama.

"Kota dunia di mana tempat anak-anak kreatif terbaik akan datang untuk bekerja dan berkreasi.” ujar dia.

Armudji memberi ungkapan don’t change the winning team. Ia menuturkan, jangan sampai mengganti tim yang sudah terbukti sukses dan menang.

Ia juga mengatakan paslon nomor urut satu telah terbukti berpengalaman dan ikut terlibat dalam gagasan membangun Surabaya. Kemudian, ia juga menyampaikan sebuah parikan yang berisikan agar masyarakat Surabaya patih kepada wali kota saat ini Tri Rismaharini untuk mencoblos nomor 1 di pilkada nanti.

"Datang ke TPS tanggal 9 Desember 2020, luangkan waktu satu menit untuk datang ke TPS untuk mencoblos nomor satu, Eri-Armuji. Tuku kloso nang Kertajaya, teko Kertajaya numpak e bendi. Arek Suroboyo manut Bu Risma, jare Bu Risma coblos nomor siji," pesannya.

Kemudian, di akhir statement nya Eri juga menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang sudah berjuang menangani COVID-19 di Surabaya, yang hingga sampai saat ini hanya tinggal 79 pasien saja.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Paslon Machfud Arifin-Mujiaman

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, dari paslon nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman juga memberikan pesan menutup dengan menyebut debat ini merupakan bagian dari sebuah kontestasi saling adu gagasan, visi dan misi. Mereka mengimbau kepada seluruh pihak yang lebih penting adalah warga sejahtera ke depan.

"Debat ini hanyalah kontestasi tentang adu gagasan visi dan misi. Debat ini hanyalah kontestasi maka kita harus junjung tinggi demokrasi. Jangan sampai kita terprovokasi, karena yang lebih penting itu adalah bagaimana mewujudkan masa depan warga Surabaya lebih sejahtera,” tutur dia.

Ia juga menuturkan Surabaya adalah rumah milik bersama yang menghadirkan tawa bukan derita. Sehingga ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mewujudkan masa kampanye sebagai pesta demokrasi yang bermartabat.

Mantan Kapolda Jatim tersebut juga mendoakan seluruh warga Surabaya agar diberikan kesehatan dan perlindungan di era pandemi ini. Kemudian, ia juga menyampaikan pesan untuk selalu menerapkan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, sekaligus 3M mencoblos Machfud-Mujiaman.

"Seluruh arek-arek Suroboyo, yang ingin Surabaya naik kelas, mari bergabung menjadi bagian dalam super tim maju, bersama-sama berkolaborasi mewujudkan Surabaya menjadi “maju kotane, makmur wargane” Surabaya to the next level," tegas Machfud.

(Ihsan Risniawan-FIS UNY)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini