Aduan Pelecehan Seksual Direspons Nyeleneh Admin, KAI Minta Maaf

·Bacaan 2 menit

VIVA – Aduan warganet terkait pelecehan seksual di KRL ditanggapi oleh akun resmi PT KAI Commuterline. Tanggapan itu pun menuai kontroversi dan membuat pihak PT KAI menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Menanggapi persoalan tersebut, pihak PT KAI secara langsung bertemu dengan korban pelecehan seksual di dalam KRL dan meminta maaf. Pertemuan itu dilakukan di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, KAI akan memberikan pendampingan ke korban untuk melaporkan kejadian pelecehan tersebut ke pihak kepolisian. Sebagai penunjang dalam membuat laporan itu, KAI akan memberikan sejumlah data dukungan kepada korban untuk melaporkan insiden tersebut.

"Dalam pertemuan itu, kami dari KAI Commuter kembali menyampaikan permohonan maaf dan berkeinginan melakukan pendampingan pada korban. Korban juga menyampaikan bahwa akan melaporkan peristiwa pelecehan yang dialaminya ke Polisi," kata Anne Purba, VP Corporate Secretary KAI Commuter melalui keterangannya, dikutip Senin, 7 Juni 2021.

Persoalan tanggapan admin dari akun resmi KAI Commuter ini muncul setelah aduan dugaan pelecehan tersebut disampaikan akun Twitter @ZhaRaLa ke akun resmi KAI Commuter, yaitu @CommuterLine. Alih-alih laporannya ditindaklanjuti, akun @ZhaRala justru mendapat respons tak enak dari akun @CommuterLine.

"BTW kejadian nya di alami sama temen Mba kan.?? bukan sama mba nya ?? kenapa gak langsung Lapor Polisi aja Mbanya.? dan kalo lapor polisi si mba nya pun harus ada bukti," demikian respon @CommuterLine yang diunggah dari tangkapan layar akun @ZharaLa.

Respons tak simpatik tersebut membuat akun Twitter Commuter Line menjadi sorotan. Percakapan terkait aduan tersebut pun langsung dihapus oleh pihak KAI, namun tangkapan layar percakapan itu terlanjur viral.

Selanjutnya, PT KAI Commuter Line meminta maaf atas respons terhadap pengguna KRL yang mengadu adanya dugaan pelecehan seksual. Admin yang merespon aduan korban diberikan telah diberikan sanksi.

"Untuk admin yang bertanggung jawab atas cuitan respons kasus pelecehan seksual di KRL itu kini telah dicabut aksesnya. Selanjutnya akan ada proses sanksi terhadap yang bersangkutan," ucap Anne.

Baca juga: Viral Bus TransJakarta Berhenti di Rel Kereta, Penumpang Berhamburan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel