AEI Menilai Target BEI Tambah 30 Emiten Baru Tidak Realistis

  • Harga saham jatuh, kini tvOne digugat lewat petisi online

    Harga saham jatuh, kini tvOne digugat lewat petisi online

    Merdeka.com
    Harga saham jatuh, kini tvOne digugat lewat petisi online

    MERDEKA.COM. Setelah harga saham Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang membawahi televisi antv, tvOne dan portal berita viva.co.id, jatuh dalam perdagangan usai pencoblosan, Kamis (10/7), yang mencapai 6,72 persen ke level 250 poin. …

  • VIVA terancam gagal bayar utang jatuh tempo

    VIVA terancam gagal bayar utang jatuh tempo

    Merdeka.com
    VIVA terancam gagal bayar utang jatuh tempo

    MERDEKA.COM. Saat penutupan perdagangan hari ini, indeks saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), justru merangkak naik setelah kemarin negatif. Hal ini, disebabkan MNCN secara fundamental lebih baik dari PT Visi Media Asia Tbk (Viva). …

  • Pemilik MNC dan VIVA masuk politik praktis, investor menghindar

    Pemilik MNC dan VIVA masuk politik praktis, investor menghindar

    Merdeka.com
    Pemilik MNC dan VIVA masuk politik praktis, investor menghindar

    MERDEKA.COM. Penurunan harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) pasca Pilpres akibat kedua emiten tersebut masuk ke ranah politik. Sehingga, saham tersebut lebih diperdagangkan oleh para spekulan yang sedikit mempertimbangkan faktor fundamental. …

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Target Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun depan untuk jumlah emiten untuk melantai di lantai bursa dinilai tidak realistis.Target BEI itu akan sulit terealisasikan.

Hal ini disampaikan, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia, Airlangga Hartato, yang menilai bahwa target 30 buah emiten tidak akan tercapai pada tahun depan. Minimnya jumlah ini karena banyaknya tantangan pada tahun depan.

"Selalu saja begitu target tahun ini juga tidak tercapai jadi kalau kita lihat keberanian untuk melakukan IPO sangat terbatas, jadi saya kira 25 emiten sudah realistis untuk tahun depan," katanya katanya dalam seminar Economic Review Evaluasi 2012 dan Prospek 2013, di Jakarta, (13/12/2012).  

Namun, kondisi makro ekonomi akan menarik banyak investor di instrumen pasar modal sehingga kapitalisasi pasar di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus menaik sampai dengan tahun depan.

Ia mengatakan ada beberapa potensi yang menimbulkan hal ini, yaitu karena adanya iuran yang dibebankan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kenaikan upah buruh. Kedua faktor ini akan memengaruhi keberanian perusahaan untuk terjun ke bursa saham dan kenaikan upah buruh.

"Selain beresiko, banyaknya rintangan industri ke depan jadi sebaiknya adalah adanya sosialisasi yang dilakukan secara terus menerus kepada industri pasar modal," katanya.

Sementara itu Ito Warsito, direktur Utama, BEI, menilai bahwa target tidak tercapai karena adanya peralihan pelepasan saham perdana pada tahun ini dari yang 34 perusahaan hanya 23 nya yang sudah terealisasi pada tahun ini."Sisanya pada tahun depan,"kata Ito.  (*)

BACA JUGA:

  • IPO BUMN Masih Terkendala Pemegang Saham
  • Uang Tak Jelas Sumbernya Berhamburan di Tahun...
  • Inilah yang Menyebabkan Kebijakan Energi Nasi...


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...
POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat