Aesthetic adalah Bahasa Keindahan dan Rasa, Pahami Aspek Penilaiannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengenal istilah aesthetic adalah berasal dari bahasa Inggris yang artinya estetis atau estetika. Dalam Encyclopedia Britannica dijelaskan aesthetic adalah filosofi yang dekat dengan keindahan dan rasa, berhubungan dengan konsep seni.

Ahli dalam bidang ini, Dra. Artini Kusmiati menjelaskan aesthetic adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan sensasi keindahan yang baru bisa dirasakan seseorang jika terjalin perpaduan yang harmonis antar elemen yang ada dalam suatu objek.

Secara etimologi, estetika atau aesthetic adalah berasal dari bahasa Latin “aestheticus” atau bahasa Yunani “aestheticos” yang artinya merasa atau hal-hal yang dapat diserap oleh panca indera manusia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menerjemahkan aesthetic adalah bagian dari cabang filsafat yang menelaah dan membahas mengenai seni dan keindahaan serta tanggapan manusia terhadapnya. Inilah mengapa istilah aesthetic adalah populer digunakan untuk menggambarkan foto, video, dan karya seni lain yang enak dipandang mata.

Berikut Liputan6.com ulas tentang aesthetic adalah bahasa keindahan dan rasa lebih dalam, Jumat (12/11/2021).

Pengertian Aesthetic Menurut Para Ahli

Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Sarah
Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Sarah

1. Pengertian Aesthetic Menurut Leo Tolstoy

Pengertian aesthetic adalah segala sesuatu yang dapat menciptakan rasa senang jika dilihat secara visual. Istilah estetika menurut bahasa Rusia berarti “krasota” yang artinya sesuatu yang dilihat oleh mata dan dapat menciptakan perasaan senang.

2. Pengertian Aesthetic Menurut Alexander Baumgarten

Pengertian aesthetic adalah ilmu perkenalan yang sensitif karena didalamnya terdapat pengungkapan perspektif dan pendapat seseorang sehingga melibatkan emosional pribadi.

Menurut pandangan Alexander Baumgarten menyebutkan bahwa Pengertian aesthetic adalah merupakan satu kesatuan susunan yang saling berkaitan satu sama lain secara menyeluruh.

3. Pengertian Aesthetic Menurut Humo

Pengertian aesthetic adalah sesuatu yang dapat menciptakan perasaan senang. Perasaan tersebut akan datang jika melihat segala sesuatu yang indah.

4. Pengertian Aesthetic Menurut Shaftesbury

Pengertian aesthetic adalah sesuatu yang mempunyai keseimbangan yang nyata dan harmonis. Hal ini dikarenaan keseimbangan yang harmonis adalah sebuah kenyataan yang dapat disamakan dengan kebaikan. Maka dari itu, sesuatu yang dianggap indah akan bewujud nyata dan baik karena kenyataan adalah kebaikan.

5. Pengertian Aesthetic Menurut Immanuel Kant

Pengertian aesthetic adalah perasaan senang yang diperoleh saat melihat sebuah benda, meskipun tidak ada hubungannya dengan benda tersebut.

6. Pengertian Aesthetic Menurut Santo Agustinus

Pengertian aesthetic adalah satu kesatuan bentuk. Keindahan tersebut diperoleh dari sebuah pengamatan yang disusun berdasarkan pengandaian yang mengandung penilaian.

7. Pengertian Aesthetic Menurut Winchelmann

Pengertian aesthetic adalah segala sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dari kebaikan.

8. Pengertian Aesthetic Menurut Herbert Read

Pengertian aesthetic adalah sekumpulan pengamatan yang membentuk sebuah hubungan formal sehingga menciptakan rasa senang.

9. Pengertian Aesthetic Menurut Sulzer

Pengertian aesthetic adalah keindahan mencakup hal hal yang baik saja. Jika nilai yang ditimbulkan belum baik maka belum dapat dikatakan indah. Hal tersebut dikarenakan keindahan akan memupuk sebuah rasa moral.

10. Pengertian Aesthetic Menurut Thomas Aquinas

Pengertian aesthetic adalah sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan. Maka dari itu jika seorang pengamat merasanakan kesenangan seteah melhatnya maka akan dikatakan indah.

Aspek dan Teori Aesthetic

Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Ogun
Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Ogun

Aspek Aesthetic

1. Aspek aesthetic adalah absolutisme yang menjadikan penilaian sebuah karya seni mutlak, tidak dapat ditawar lagi. Penilaian ini didasarkan pada konvensi atau aturan yang telah ada.

2. Aspek aesthetic adalah anarki yang menjadikan penilaian berdasarkan pendapat tiap-tiap orang. Penilaian ini bersifat subjektif dan tidak perlu adanya pertanggungjawaban. Namun, penilaian tersebut tetap didasarkan pada aturan seni yang berlaku.

3. Aspek aesthetic adalah relativisme yang menjadikan penilaian seseorang yang tidak mutlak (absolut) dan masih bersifat objektif.

Teori Aesthetic

1. Teori Aesthetic Formil

Teori ini menyatakan bahwa keindahan eksterior bangunan melibatkan masalah bentuk dan warna. Teori ini memandang keindahan sebagai hasil formal dari lebar, tinggi, ukuran dan warna.

2. Teori Aesthetic Ekspresionis

Teori ini mengatakan bahwa keindahan tidak selalu terwujud melalui bentuknya, tetapi melalui maksud, tujuan, atau ekspresi. Teori ini mengasumsikan bahwa mayoritas keindahan suatu karya seni tergantung pada apa yang diungkapkannya.

3. Teori Aesthetic Psikologis

Menurut Teori ini keindahan dibagi menjadi 3 aspek, yaitu:

- Keindahan adalah hasil dari emosi yang hanya dapat ditunjukkan dengan metode psikoanalitik.

- Keindahan adalah hasil dari kepuasan pemirsa dengan objek yang dilihatnya.

- Keindahan dalam arsitektur adalah ritme yang sederhana dan mudah

4. Teori Aesthetic Esensialitas

Prinsip ini menyatakan bahwa seseorang yang menilai sesuatu yang indah berbicara tentang sesuatu yang memberikan kesenangan yang dihasilkan dari kemampuan manusia pada umumnya.

5. Teori Aesthetic Bentuk Tujuan

Dalam teori ini, jika ketiga teori sebelumnya berhubungan dengan subjek yang mengalami keindahan, dan kita dapat melihat teori keempat dari objek keindahan itu sendiri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel