Aftech, Perbanas dan Kadin sepakati 5 area strategis percepat inklusi

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyepakati lima area strategis dalam upaya mempercepat literasi dan inklusi keuangan digital di Indonesia.

Wakil Kepala Badan III Sistem Pembayaran Digital dan Neobank Kadin Indonesia Kaspar Situmorang dalam diskusi panel MoU Aftech, Perbanas, dan Kadin di Jakarta, Jumat, mengatakan lima area strategis yang tercakup dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ketiga belah pihak ini meliputi, pertama, kolaborasi dalam merumuskan skema dan standar kompetensi talenta digital, terutama di ekosistem bank digital Indonesia.

Kedua, kolaborasi penyusunan roadmap dan riset terkait bank digital yang melibatkan industri perbankan dan ekosistem digital di Indonesia, untuk mendukung strategi percepatan inklusi keuangan.

Baca juga: LPPI nilai tekfin berperan penting percepat inklusi keuangan

Ketiga, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan produk jasa keuangan berizin resmi dari regulator, untuk mencegah aktivitas jasa keuangan yang tidak sesuai peraturan Undang- Undang (UU).

Keempat, partisipasi aktif bersama regulator dalam memberikan masukan terkait regulasi maupun kode etik, dan kelima kelima, kolaborasi dalam kegiatan publikasi dan edukasi literasi keuangan dan digital.

Menurut Kaspar Situmorang, Indonesia sedang memasuki dunia digital financing services, seiring dengan perubahan perilaku konsumen ke digital.

Dia menjelaskan jumlah bank digital sudah mencapai 14 bank, naik dua kali lipat dibandingkan 2021 yang sebanyak tujuh bank.

Nilai transaksi bank digital pada tahun 2021 mencapai Rp39.841 triliun atau tumbuh sebesar 45,64 persen jika dibandingkan dengan 2020.

Dengan itu, menurut dia, kesepakatan bersama antara ketiga belah pihak ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, sehingga talenta digital dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan transformasi digital di masa mendatang.

"Peningkatan transaksi melalui digital harus diikuti peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sehingga edukasi secara meluas perlu dilakukan. Melalui komitmen bersama ini, kita akan semakin solid untuk berbagi peran mendorong percepatan literasi keuangan di masyarakat," kata Kaspar.

Baca juga: Tingkatkan inklusi keuangan, Airlangga ajak generasi muda menabung

Dalam kesempatan ini, Sekjen Perbanas Anika Faisal mengatakan upaya ketiga pihak ini adalah langkah strategis dalam menyukseskan dan mendukung pembangunan ekonomi digital di Indonesia yang ditarget nilainya mencapai 330 miliar dolar AS pada 2030.

Dia menyebut ketiga pihak juga menaruh perhatian terhadap permasalahan talenta digital dengan akan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Dalam kolaborasi ini, menurut dia, masing- masing pihak dapat berperan menciptakan asimilasi talenta digital, sehingga dapat mengembangkan dan mencetak talenta berkualitas dunia, memiliki global mindset, stay relevant, serta memahami risiko dan compliance awareness.