Agar Damai di Italia, Jose Mourinho Minta Ronaldo Tinggalkan Juventus

·Bacaan 2 menit

VIVAJose Mourinho akan kembali berkarier di Italia setelah resmi menjadi pelatih AS Roma. Pria asal Portugal itu meminta kompatriotnya yang bermain di Juventus, Cristiano Ronaldo untuk segera meninggalkan Italia agar dirinya bisa menemui kedamaian.

Ronaldo memang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa meski usianya sudah jauh dari kata ideal. Di musim 2020/2021, dia mampu mengemas 26 gol dan 44 assist dari 44 penampilan di semua kompetisi.

Beberapa pekan terakhi ini, Ronaldo dirumorkan akan meninggalkan Juventus. Hal itu karena merupakan salah satu solusi yang ditawarkan Juventus dalam upaya mereka untuk mengurangi biaya pengeluaran klub karena beban gaji Ronaldo yang terlalu tinggi.

Sejumlah penggemar Juventus pastinya berharap megabintang Timnas Portugal itu bisa bertahan di Turin. Namun, Mourinho malah mengharapkan sebaliknya. Menurutnya, selama Ronaldo masih di Italia, eks manajer Tottenham Hotspur itu mengaku sulit mendapatkan kedamaian.

"Dia (Ronaldo) seharusnya meninggalkan Italia sekarang dan memberi saya kedamaian. Semua orang telah berkata, dan saya akan mengatakan hal yang sama bahwa dia tidak berusia 25 tahun lagi sekarang," ujar Mourinho kepada Talksport, Jumat 11 Juni 2021.

"Dia berusia 36 tahun sekarang. Dia tidak mencetak 50 gol, tetapi berapa banyak gol yang dia cetak? 35. Itu rekor yang luar biasa, dan semua angka-angkanya telah berbicara," katanya.

Lebih lanjut, Mourinho menjelaskan, bahwa motivasi yang menjadi salah kunci Ronaldo meraih kesuksesan yang luar biasa meski umurnya sudah tak muda lagi. Apalagi, ucap Mourinho, Ronaldo masih memiliki ambisi untuk menciptakan rekor-rekor yang belum terpecahkan.

"Saya kira sudah banyak rekor yang dia cetak. Dia adalah seorang legenda, dan salah satu nama besar yang bakal bertahan selamanya dalam sejarah sepakbola. Namun, dia selalu memotivasi dirinya sendiri dengan angka dan hal-hal baru," ujarnya.

"Dia selalu ingin memenangkan bola emas atau sepatu emas berkali-kali. Dia juga ingin melampaui rekor dari pemain Iran untuk gol buat timnas. Dia tidak hanya ingin bermain di Piala Eropa 2020, tapi juga Piala Dunia 2022," ungkapnya.

"Saya pikir selama ini kritikan selalu memotivasi dia. Saya kira dia merasa 'jika orang mengkritik saya, itu karena soal siapa saya, karena saya telah melakukan apa yang saya lakukan'. Dia masih mendapatkan motivasi ekstra dari hal itu," tutur pelatih berusia 58 tahun tersebut.