Agar Lolos Jerat Hukum, Koboi Senopati Bohongi Polisi Sebut Pakai Pistol Mainan

Merdeka.com - Merdeka.com - Aksi 'koboi' jalanan di salah satu kafe kawasan Senopati, Jakarta Selatan mengungkap fakta baru. Setelah video terkait viral di dunia maya dan pelaku diamankan, kini polisi menyebut pelaku berbohong terkait senjata yang digunakannya.

"Iya betul, jadi dia datang (ngakunya) bawa pistol mainan biar enggak terjerat undang-undang darurat," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit kepada awak media, Kamis (16/6).

Ridwan menjelaskan, pelaku yang diketahui berinisial IR itu awalnya datang dengan menyerahkan pistol yang digunakannya. Menurut Ridwan, IR mencoba mengelabui polisi dengan mengatakan bahwa pistol yang digunakan hanyalah mainan.

"Dia datang itu alibinya 'ini pak pistol saya, ini yang saya todongkan kok yang waktu di TKP'," kata Ridwan menirukan pengakuan pelaku.

Ridwan tidak lantas percaya, dia dan penyidiknya langsung melakukan investigasi internal melakukan pemeriksaan mendalam dan penyidik menemukan bukti jika pelaku mencoba berbohong.

"Kita langsung buktikan ini kamu bohongi kita. Akhirnya kita melakukan lidik lagi," tegas Ridwan.

Alasan Bohong Pakai Pistol Mainan

Usai diinterogasi kembali, IR mengakui kalau dia berbohong demi lepas jerat hukum. Sebab, menurut beleid kepemilikan senjata, pengguna akan mendapat sanksi yang lebih berat lagi saat pistol digunakan melewati batas aturan.

"Iya dia enggak mau terjerat dengan pasal yang lebih berat. Kan penyalahgunaan airsoft gun itu dikenai. Dia mau mengelabui anggota bahwa yang dia melakukan penodongan itu cuman pistol mainan," kata Ridwan.

Pelaku Dikira Polisi

Diberitakan sebelumnya, IR sempat dikira seorang anggota polisi. Hal itu diketahui dari panggilan akrabnya dengan sebutan Kombes. Namun Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto memastikan IR hanyalah seorang warga sipil dan tidak memiliki kewenangan memegang senjata api.

Oleh karena itu, IR dipersangkakan melanggar Undang-Undang (UU) Darurat Tahun 1951 dengan motifnya mengaku sebagai anggota polri dengan pangkat kombes tapi sebenarnya bukan.

"Sehingga yang bersangkutan membawa-bawa senjata seperti senjata api ternyata airsoft gun," kata Kombes Budhi, Rabu (15/6).

Reporter: Muhammad Radityo/Liputan6.com [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel