Agar Pengemudi Motor Aman dari Terjangan Angin

Plasadana

Penulis : Nasir

Kala melintas di jalan layang, angin kencang kerap menerjang pengendara motor. Membuat motor menjadi oleng. Bahkan sang empunya motor bisa terjatuh dari tunggangannya. Menurut instruktur senior Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Aan Gandhi, ada tiga tips agar pengendara bisa menghindari terjangan angin dari samping kanan dan kiri.

Pertama, mengurangi kecepatan; kedua, pengguna motor matic atau bebek harus menjepit ujung jok, dan mengapit tangki motor bagi penunggang motor sport. “Ketiga, posisi tangan pengemudi harus melebar, agar tenaga tangan terhadap hendelbar lebih kokoh serta mengurangi efek terjangan angin," kata Aan saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Selasa, 9 September 2014.

Kalau angin menerjang dari sisi depan, Aan melanjutkan, pengendara harus menambahkan satu teknik, yaitu membungkuk. Cara ini pun bisa Anda lakukan ketika angin kencang datang tiba-tiba. Dan bila tidak membungkuk, tak tertutup kemungkinan motor akan goyang. Hingga keselamatan pengendara bisa terancam. "Seperti terjatuh, atau arah kendaraan berpindah jalur," ujar Aan. "Sebab terpaan angin bisa sangat kuat."

Kencangnya angin yang berhembus di atas jalan layang pun membuat Kepolisian melarang pengendara motor melintasi jalur itu. Apalagi jika jalan layang itu sangat panjang, seperti jembatan layang non-tol Casablanca. Menurut Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono, JLNT Casablanca sudah empat bulan terlarang bagi motor.

“Kami khawatir akan terpaan angin yang bisa menjatuhkan pengendara motor,” kata Hindarsono. “Kalau sudah terjatuh, bisa jadi si pengendara terlindas kendaraan lain yang melaju cepat.”

Menurut dia, Kepolisian hanya mengizinkan pengendara motor untuk melalui jembatan layang yang berjarak pendek. Namun tidak di jembatan layang yang panjang serta tinggi. Bahkan petugas kepolisian yang menunggangi motor bebek tak boleh menaiki jembatan layang nan panjang.

“Pengendara motor yang jika ada pengendara roda dua yang memaksa naik ke jembatan layang panjang, akan diganjar denda Rp500 ribu,” kata dia. “Jadi sebaiknya para pengendara roda dua mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan.”

Baca juga artikel otomotif Yahoo Indonesia lainnya:

Mengenali Komponen Mesin Vespa Tua

Merawat Kampas Rem Agar Tetap Aman

Agar Membeli Motor Bekas Secara Kredit Tak Menyusahkan