Agar Selamat Sampai Tujuan, Pahami Persiapan Mudik dengan Sepeda Motor

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Alasannya, lebih praktis serta biaya yang dikeluarkan lebih sedikit ketimbang mudik membawa mobil pribadi.

Namun demikian, ada beberapa hal yang menjadi perhatian jika ingin mudik menggunakan sepeda motor. Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengingatkan, paling utama adalah pemudik menjaga stamina selama perjalanan. Bila sudah merasa lelah, segeralah beristirahat dan tidak memaksakan diri.

"Jika dalam perjalanan, pengemudi merasa lelah, sebaiknya beristirahat saja," kata Djoko di Jakarta, Jumat (15/4).

Djoko mengimbau pemudik yang menggunakan motor tidak mengemudi lebih dari 3 jam. Dia juga sudah meminta pada Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) dan Dinas Perhubungan (Dishub) agar dipasang banner di tempat-tempat rawan kecelakaan.

Sebaiknya tidak menggunakan motor matic pada daerah turunan curam seperti, Batu-Cangar, Gunung Lio, daerah Wonogiri, Bawang-Dieng, Cijapati Garut dll. Dia juga meminta bantuan Dishub dan BPTD memasang imbauan di semua jembatan timbang agar pemudik selalu hati-hati selama perjalanan.

Berikut hal penting diperhatikan pemudik:

1. Jika lelah beristirahatlah.

2. Jika Anda sedang berpuasa, lebih sering untuk beristirahat.

3. Sebaiknya melakukan perjalanan setelah anda berbuka puasa.

4. Menyiapkan motornya agar laik untuk perjalanan.

5. Melakukan pengecekan tekanan dan kondisi ban.

6. Jika menggunakan google map agar diyakinkan rute tersebut tidak tersesat.

Sementara itu, dilansir dari situs Suzuki (www.suzuki.co.id), sebenarnya sepeda motor memang tidak direkomendasikan untuk perjalanan jauh sampai berbelas-belas jam.

Tetapi, jika memang terpaksa mudik dengan naik motor, berikut adalah beberapa tips berikut ini agar mudik tetap aman dan nyaman sampai kampung halaman:

1. Jangan bawa muatan berlebih

Sering kali ditemukan pemudik sepeda motor menambah 'bagasi' yang dibuat dengan sebilah kayu di bagian belakang motor untuk digunakan membawa barang. Hal ini sangat tidak disarankan karena akan mengganggu keseimbangan pengendara motor.

2. Kondisi motor harus prima

Ingat, mudik dengan sepeda motor adalah perjalanan sangat jauh sehingga memastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sangat penting. Cek sistem pengereman, lampu, dan kelengkapan spion, sebelum berangkat mudik.

Pastikan kondisi sepeda motor Anda siap jalan. Idealnya, sepeda motor yang akan dibawa mudik harus sudah masuk bengkel sejak 2 minggu, atau bahkan 1 bulan sebelum hari H. Lakukan servis secara menyeluruh, terutama bagian mesin, oli dan kelistrikan.

Selain itu, pastikan juga rem dan ban dalam kondisi prima. Jika kondisi ban dan kampas masih 50:50, jangan ragu untuk segera menggantinya.

3. Bawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup

Membawa beberapa cemilan praktis dan usahakan yang sifatnya menambah energi bukan hanya karena rasanya yang nikmat. Pilih makanan yang padat gizi dan membuat kenyang lebih lama. Saat perut terasa lapar sementara tempat peristirahatan masih jauh, mengemil dan minum akan sangat membantu otak tetap fokus selama perjalanan.

4. Istirahat yang cukup

Mudik dengan motor akan menambah jarak tempuh semakin lama dan karena itulah istirahat yang cukup sangat dibutuhkan. Idealnya, pemudik motor harus beristirahat tiap 3-4 jam. Saat istirahat, usahakan untuk bisa tidur agar tubuh bisa mengisi energi dengan maksimal.

5. Sebaiknya tidak membawa anak kecil

Anak kecil, terlebih jika masih di bawah tiga tahun sebaiknya tidak diajak mudik dengan sepeda motor. Kenapa? Selain akan membuatnya tidak nyaman karena posisinya yang terus duduk, anak kecil juga lebih mudah terkena gangguan kesehatan seperti kelelahan, masuk angin, gangguan pernafasan dan lainnya. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel