Agar tak Mubazir, Ini Panduan Kirim Makanan ke Teman yang Lagi Isoman

·Bacaan 3 menit

VIVA – Mengganasnya virus Covid-19 di beberapa minggu terakhir, membuat lingkungan kita banyak yang terpapar virus, mulai dari pertemanan hingga keluarga.

Pasti Anda sadar sekali, jika Anda membuka sosial media, mau itu Instagram, Facebook maupun Twitter, lingkaran kita pasti ada saja yang memberi info terkena Covid-19, info IGD kosong, supply oksigen hingga permintaan donor plasma darah.

Mungkin, merebaknya virus varian Delta di Indonesia ini, membuat kita semua semakin paham bagaimana ganasnya virus, bergunanya vaksin, pengetahuan tentang obat-obatan, bagaimana cara isolasi mandiri dan yang paling penting adalah bagaimana kita membantu sesama kerabat untuk melewati situasi yang menyebalkan ini.

Salah satu cara yang paling sederhana untuk membantu teman atau keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri adalah mengirim bantuan logistik berupa makanan atau kebutuhan lainnya.

Namun, jangan sekadar mengirim saja. Agar tidak mubazir. berikut panduan sederhana mengirim makanan ke teman atau kerabat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Tanya Apa yang Dibutuhkan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menelepon teman yang sedang isolasi mandiri, dan menanyakan apa yang sedang ia butuhkan. Mungkin saja tidak hanya makanan yang ia butuhkan, melainkan buah-buahan atau vitamin hingga obat-obatan untuk menyintas Covid-19.

Nah, jika teman atau keluarga Anda butuh vitamin hingga obat-obatan, lebih baik beli secara online di e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada hingga JD.ID yang bisa menggunakan metode pembayaran kredit online dari Kredivo.

Bunga 0% untuk paylater 30 hari dan cicilan 3 bulan, serta bunga rendah 2,6% untuk cicilan 6 bulan dan 12 bulan, bisa diandalkan untuk membeli kebutuhan Anda atau membantu teman serta keluarga di tengah pandemi tanpa harus merusak arus keuangan.

Namun, jangan langsung bertanya,”halo, lagi isoman, ya? Kamu butuh apa, nih?” Lebih baik tanyakan terlebih dahulu kabar teman Anda. Sebab, dukungan moral dan perhatian juga sangat dibutuhkan.

Apalagi isolasi mandiri adalah hal baru bagi kita semua, jadi kecemasan dan ketakutan juga masih berputar di pikiran para pasien yang sedang isoman.

Perhatikan Porsi yang Dikirim

Setelah bertanya apa yang dibutuhkan oleh teman atau saudara yang sedang menjalani isoman, perhatikan juga porsi makanan, sembako, vitamin atau apapun yang Anda kirimkan.

Tidak usah terlalu banyak, apalagi kalau Anda mengirimkan makanan yang bisa cepat basi, seperti sayur-sayuran yang bersantan, roti, telur yang sudah diolah dan lain sebagainya. Bisa-bisa dimakan sedikit, keesokan harinya sudah dibuang karena basi.

Beda halnya jika Anda mengirimkan sembako atau makanan kering, tidak apa jika Anda mengirimnya cukup banyak, karena awet dan bisa digunakan di kemudian hari, bahkan hingga teman atau saudara Anda sudah selesai menjalani isolasi mandiri.

Perhatikan Waktu Mengirim

Pemilihan waktu juga tidak kalah penting untuk Anda perhatikan, apalagi jika Anda mengirim makanan yang sudah siap santap. Sebab, jika Anda mengirim di waktu yang tidak tepat, bisa-bisa makanan yang Anda kirim tidak termakan, atau disimpan serta dilupakan saja di dalam kulkas.

Contoh, jika Anda ingin mengirim makan siang, lebih baik kirim jam 10 atau jam 11 siang, sebelum makan siang. Begitu pula untuk makan malam, lebih baik dikirim jam 4 atau jam 5 sore, agar bisa disantap ketika malam hari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel