Agar Tak Terjerumus Perilaku Konsumtif, Pahami Dulu Baik dan Buruk Pinjaman Online

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tak dapat dipungkiri, kebutuhan masyarakat di masa sekarang ini kian meningkat. Tak sedikit pula yang mengambil ‘jalur’ pinjaman online sebagai solusi atau alternatif bantuan keuangan disaat mendesak.

Ya, pinjaman online memang semudah itu. Bermodal kartu identitas dan gadget yang dimiliki, kita mendapatkan uang tunai secara cepat dan sangat mudah.

Namun yang harus dipahami bersama, dibutuhkan kejelian sebelum menggunakan fasilitas pinjaman online. Perlu diketahui keuntungan dan kelebihannya agar tidak terjerumus pada perilaku konsumtif.

Keuntungan Fasilitas Pinjaman Online

Ilustrasi kebutuhan mendesak/Shutterstock.
Ilustrasi kebutuhan mendesak/Shutterstock.

Proses yang singkat untuk persetujuan pinjaman. Ini adalah salah satu kelebihan pinjaman online dibandingkan konvensional.

Ya, pinjaman finansial konvensional proses persetujuannya cukup lama bahkan bisa sampai berhari-hari. Mulai dari proses pengajuan pinjaman dengan menyertakan berkas persyaratan seperti KTP, rekening listrik, buku nikah dan jaminan. Hingga survei ke rumah atau lingkungan untuk memastikan kevalidan data.

Sementara pinjaman online, prosesnya tak serumit itu. Tanpa tatap muka dan survei fisik ke calon debitur, hanya scan atau foto KTP dan mengisis formulir pengajuan pinjaman secara online, sejumlah uang akan cair ke nomor rekening pribadi hanya dalam waktu kurang dari satu hari.

Hal ini juga yang bikin banyak orang memanfaatkan pinjaman online karena tidak memerlukan agunan atau jaminan. Sangat menarik, bukan?

Namun lagi-lagi, Anda harus jeli sebelum menggunakan fasilitas pinjaman online. Perlu diketahui dan disadari bahwa Anda tidak hanya mendapatkan keuntungan. Pinjaman online juga kekurangan yang berisiko pada perilaku konsumtif.

Kekurangan Pinjaman Online Cepat Cair

Sebelum memanfaatkan pinjaman online, pertimbangkan konsekuensinya/Shutterstock.
Sebelum memanfaatkan pinjaman online, pertimbangkan konsekuensinya/Shutterstock.

Di balik kemudahan pinjaman online tentu ada kekurangannya dibanding pinjaman konvensional melalui instansi keuangan, seperti:

1. Nominal yang terbatas

Ya, umumnya pinjaman online hanya berkisar di bawah Rp10 juta. Bukan tanpa alasan mengapa nominalnya terbilang kecil. Itu karena pinjaman online memang diperuntukkan bagi orang yang kebutuhannya mendesak. Untuk modal usaha kecil, untuk biaya sekolah atau kuliah misalnya.

2. Tenor Pinjaman Singkat

Umumnya kreditur atau pemberi pinjaman online memberikan batas waktu pinjaman maksimal hanya tiga bulan, ada juga yang memberikan waktu sampai empat sampai enam bulan.

Dari tenor itu, Anda juga harus mempertimbangkan jumlah cicilan karena yang harus dibayarkan akan lebih besar. Waktu yang terlalu cepat, rawan keterlambatan pembayaran. Hal inilah yang terkadang dianggap memberatkan konsumen.

3. Bunga Cukup Tinggi

Bunga biasanya dihitung secara harian dan pembayaran bunga sejumlah masa hari pinjaman. Asosiasi pinjaman online (AFPI) menetapkan bunga maksimum adalah 0,8% per hari atau 24% sebulan (asumsi 30 hari). Itu artinya, pinjaman online memiliki bunga yang lebih besar di atas pinjaman bank

4. Biaya Lain

Setiap bulan Anda membayar cicilan pinjaman online tetap waktu, tanpa memperhatikan total pinjaman. Nah mungkin Anda tidak sadar, jika ditotal biaya pinjaman online jadi cukup mahal karena adanya biaya lain di luar kewajiban bunga. Bahkan tak sedikit pinjaman online yang memotong biaya dimuka dari pencairan, sehingga Anda harus membayar tidak hanya bunga tetapi juga biaya.

Tips Pilih Pinjaman Online

Ilustrasi pinjaman online/Shutterstock.
Ilustrasi pinjaman online/Shutterstock.

Ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan jika ingin menggunakan pinjaman online, yaitu:

1. Pilih yang Terdaftar di OJK

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua yang ada di internet memiliki legalitas. Apalagi penyedia pinjaman online yang kian menjamur, tidak semuanya bisa dipercaya. Maka dari itu Anda harus lebih waspada saat memilih pinjaman tersebut, salah satunya memilih penyedia pinjaman online yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ya, OJK adalah lembaga yang mengatur dan mengawasi semua aktifitas yang terjadi di sektor keuangan, termasuk mengawasi penyedia pinjaman baik konvensional atau online. Semua penyedia jasa pinjaman online yang terdaftar di OJK menunjukkan legalitas perusahaan tersebut.

Dengan demikian, kerugian atau penipuan dapat diminimalisir dengan mempercayakan kebutuhan Anda pada perusahaan resmi. Selain itu, Anda juga mendapatkan jaminan keamanan dalam bertransaksi. Hak-hak sebagai konsumen dilindungi. Ketika terjadi hal-hal yang merugikan terkait kesepakatan pinjaman online, debitur bisa membuat laporan kepada pihak berwajib.

OJK juga membuat regulasi mengenai jasa pinjaman online, guna menghindari munculnya rentenir online yang sangat merugikan konsumennya. Regulasi yang dibuat terkait dengan bunga yang diwajibkan kepada konsumen sebagai nilai tambah dari nominal yang harus dikembalikan. Dengan memilih jasa pinjaman online yang terdaftar OJK sangat menguntungkan dan menenangkan.

2. Pilih yang Transparan

Hal ini perlu dilakukan karena Anda sebagai konsumen tidak bertemu langsung dengan pihak kreditur. Jadi segala informasi mengenai pinjaman harus jelas dari awal. Misalnya, berapa pagu kredit yang akan diberikan, bunga yang dibebankan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, cara pengambilan pinjaman, cara pembayaran cicilan dan biaya-biaya lainnya.

Dengan mengetahui transparansi informasi pinjaman online langsung cair, konsumen bisa mempertimbangkan nominal yang akan diajukan. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar cicilan sesuai kesepakatan.

Anda tidak dirugikan karena sudah menyetujui apa yang dibebankan atas pinjaman yang diterima. Mengetahui apa resiko jika terjadi keterlambatan membayar dari jatuh tempo.

3. Cek Ulasan dari Konsumen Sebelumnya

Penyedia jasa pinjaman pastinya akan menampilkan review atau ulasan konsumen sebagai testimoni positif atas jasa yang diberikan. Ulasan mudah ditemukan di halaman website sebagai promosi dan bagian dari transparansi informasi.

Oleh karena itu pilihlah penyedia jasa pinjaman online dengan ulasan positif mengenai kenyamanan pelayanan, kecepatan proses pencairan, kemudahan tracking status pinjaman, bunga yang kompetitif dan sebagainya. Review positif konsumen menunjukkan bahwa perusahaan penyedia jasa pinjaman bisa dipercaya dan sudah berpengalaman.

Nah sekarang sudah tahu kan kelebihan dan kekurangan pinjaman online? Mulai sekarang, sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya Anda mempertimbangkan tingkat urgensi kebutuhan dan kemampuan bayar.

Jangan hanya tertarik dengan kemudahan dalam mendapatkan uang. Anda sebagai peminjam harus siap dengan segala risikonya. Pinjaman online cepat cair akan menguntungkan jika digunakan secara bijak!

(*)