Agen Penjual Optimistis Sukuk 005 Laris  

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNnews.com
    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNNEWS.COM - Andalan Garut adalah ikan layur. Dalam sehari saat musimnya, kami dapat mengirimkan 20 ton ikan …

TEMPO.CO, Surakarta - Pemerintah segera meluncurkan surat berharga syariah, Sukuk Seri 005, pada akhir bulan ini. Sejumlah agen penjual menyatakan optimistis bahwa Sukuk 005 akan diminati masyarakat. Pemimpin Cabang UOB KayHian Securities Solo, Edwin Jayandaru, mengatakan selama ini peminat obligasi pemerintah dan sukuk cenderung bertambah dari tahun ke tahun.

"Faktor pemikatnya karena menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito di bank pemerintah," ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 6 Februari 2013. Menurutnya pemerintah menjanjikan imbal hasil lebih tinggi setengah basis poin dari bunga deposito tertinggi.

Dia menargetkan dapat menjual Sukuk 005 dengan total penjualan Rp 6 miliar. Sasaran calon pembeli adalah pengusaha senior, pegawai pemerintah dan swasta, serta masyarakat yang selama ini kerap membeli obligasi retail dan sukuk. "Kalau pengusaha muda cenderung menolak. Mereka lebih suka yang punya risiko lebih tinggi seperti bermain saham," katanya.

Di tengah perekonomian yang membaik, dia menilai kehadiran produk keuangan yang memberikan imbalan lebih tinggi dari deposito dan lebih aman karena dijamin pemerintah, menjadi daya tarik tersendiri. Dia memperkirakan saat masa penawaran 8-22 Februari nanti, pemesan akan berlimpah.

Edwin mengatakan pasar sukuk lebih luas daripada obligasi ritel. Sebab, peminatnya tidak hanya masyarakat yang selama ini memegang prinsip syariah dan non-riba, melainkan termasuk yang menganut sistem konvensional. "Kalau obligasi retail, yang mengharamkan riba tidak mau membeli," ucapnya.

Dia menjelaskan, pembeli sukuk harus menunggu selama masa tenor untuk mendapatkan kembali uangnya plus imbal hasil. Ini berbeda dengan deposito yang berjangka waktu tiga, enam, atau dua belas bulan. "Tapi bagi pemegang Sukuk 005 yang ingin menjual sebelum jatuh tempo, kami siap menjadi pembeli siaga. Kami akan membeli sukuk dengan harga pasar yang berlaku saat dijual," katanya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bank Syariah Mandiri Surakarta, Edhi Mulyono, mengatakan sasaran penjualan Sukuk 005 ke nasabah. Sehingga nasabah akan mendapatkan produk perbankan yang lengkap dari Bank Syariah Mandiri.

"Kami sudah mulai menawarkan via pesan pendek ke nasabah potensial," ucapnya. Menurutnya, kebanyakan pembeli sukuk adalah nasabah yang loyal.

Dia tidak begitu mengharapkan masyarakat berbondong-bondong membeli sukuk, karena diperkirakan memberikan imbal hasil yang rendah. "Karenanya nanti sangat tergantung berapa imbal hasil yang diberikan. Semoga cukup bagus sehingga dapat menarik minat masyarakat," katanya. Dia menargetkan penjualan Sukuk 005 sebanyaknilai Rp 5 miliar.

UKKY PRIMARTANTYO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...