Agensi New Jeans bantah lirik "Cookie" punya konotasi seksual

Agensi manajemen Ador yang membawahi grup K-pop New Jeans membantah klaim bahwa lirik dari lagu "Cookie" yang dinyanyikan para remaja itu punya konotasi seksual.

Baca juga: NewJeans, anak baru di dunia girl group K-pop

Dikutip dari Korea Times, perusahaan itu merilis pernyataan, Sabtu, hanya beberapa hari setelah warganet mengklaim kata "cookie" dalam lirik merujuk kepada kelamin perempuan, memprotes agensi ini karena membuat remaja di bawah umur menyanyikan lagu yang tak pantas.

Sebagian lirik dari lagu "Cookie" berbunyi: "Looking at my cookie. The scent is different (Taste it). One bite will not be enough."

"Sejumlah pakar dalam literatur Inggris, penerjemah, dan penutur asli memberi tahu kami bahwa 'cookie' tidak banyak digunakan dalam bahasa slang seksual," kata Ador dalam sebuah pernyataan. "Jadi istilah itu sendiri tidak menjadi masalah, meskipun interpretasinya bisa berbeda tergantung pada pengalaman subjektif orang. Namun, bahasa gaul bukan bagian dari bahasa standar yang harus diketahui semua orang."

Menurut label tersebut, lirik "Cookie" menyamakan memanggang kue dengan membuat CD.

"Lagu tersebut merupakan enkapsulasi dari tantangan musikal New Jeans," jelas perusahaan tersebut.

"Kami mencoba menghadirkan para anggota dengan album debutnya yang segar, yang menawarkan empat lagu: 'Attention,' 'Hype Boy,' 'Hurt' dan 'Cookie.' Kami harap keraguan Anda hilang dan bisa melihat niat baik di balik konten kami."

NewJeans adalah grup perempuan pertama dari Ador, label di bawah Hybe yang membawahi grup BTS.

New Jeans terdiri dari Minji (18), Hanni (18), Danielle (17), Haerin (16) and Hyein (14). Grup ini dibentuk oleh Min Hee-jin, CEO Ador yang sebelumnya jadi direktur kreatif di SM Entertainment dan berkontribusi atas kesuksesan grup besar seperti f(x) dan EXO.


Baca juga: Produce 101 China, Chuang 2021 hadir di WeTV

Baca juga: Brave Girls tunda konser perdana karena lonjakan COVID-19

Baca juga: Mantan artis "girl band" Korsel penentang penindasan dunia maya tewas