Agensi Siap Buka Diskusi dengan Orang yang Mengaku Korban Bully Kihyun MONSTA X

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Pada 23 Februari, Starship Entertainment merilis pernyataan resmi terkait tuduhan yang menyebutkan bahwa Kihyun MONSTA X adalah pelaku kekerasan di sekolah. Rumor tersebut tersebar di komunitas online sejak 22 Februari kemarin.

Dalam pernyataannya, agensi mengatakan, “Kami menyadari keseriusan masalah ini dan sedang menghubungi teman sekelas member serta guru dan kenalannya pada saat itu untuk melakukan yang terbaik untuk memverifikasi fakta. Kami meminta pengertian Anda tentang fakta bahwa akan membutuhkan waktu untuk mengkonfirmasi banyak hal karena waktu yang lama telah berlalu sejak saat itu. Jika penulis posting mengizinkan, kami terbuka untuk diskusi.”

“Dalam kasus yang berbeda, satu orang membagikan postingan dengan konten yang sama pada tahun 2015 dan 2021. Saat itu, kami menghubungi penulis postingan dan mengonfirmasi bahwa postingan tersebut palsu.”

“Kami telah merencanakan untuk mengambil tindakan hukum sebagai cara untuk melindungi artis kami, tetapi mengingat banyak keadaan orang yang menyebarkan postingan tersebut, kami meminta mereka berjanji untuk merefleksikan tindakan mereka dan mencegah insiden tersebut terjadi lagi.”

“Kami meninggalkan catatan janji dengan tulisan tangan dan menunjukkan keringanan hukuman. Kami tidak dapat lagi memandang sepele pada tindakan yang disengaja dan berulang yang terus berlanjut meskipun fakta bahwa [janji] jelas tetap ada dalam dokumen tulisan tangan, jadi kami akan meminta pertanggungjawaban mereka secara hukum dengan segala cara yang mungkin dilakukan oleh perusahaan.”

“Selain itu, kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi hak dan kepentingan artis kami dengan mengambil tindakan lanjut yang kuat melalui pemantauan terus-menerus dan langkah hukum terhadap fitnah jahat, penyebaran rumor palsu, dan lebih banyak lagi tentang artis kami yang terkait dengan pelanggaran hukum pencemaran nama baik dan penghinaan. Kami sekali lagi berterima kasih kepada banyak orang yang mendukung perusahaan dan artis kami. Terima kasih,” tutup agensi.

Sebelumnya pada 22 Februari, sebuah postingan diunggah ke komunitas online dengan judul, "Aku menjadi korban kekerasan sekolah oleh [Kihyun] MONSTA X." Penulis postingan tersebut (selanjutnya disebut sebagai A) menyatakan bahwa mereka pernah satu kelas dengan Kihyun di tahun ketiga SMP.

A menulis, “Aku telah mengesampingkannya karena lebih dari 10 tahun telah berlalu dan dia bukan seseorang yang akan aku ajak terlibat lagi, tetapi karena selebriti dan korban mengumpulkan keberanian mereka dan mengatakan yang sebenarnya, aku juga menulis ini.”

“Kihyun adalah anak nakal yang berbakat dan juga populer pada saat itu. Beberapa dari anak-anak lain dan aku dipanggil jjintta (pecundang), diintimidasi, dipukul, dan terlibat dalam rumor aneh. Uangku diambil, dan aku harus membelikannya rokok. Dia bukan anak nakal yang serius, tapi ada juga saat ketika teman sekelas wanita menangis setelah dia memukulnya karena memiliki banyak jerawat dan tidak enak dipandang.” A juga mengklaim bahwa mereka memiliki foto Kihyun minum alkohol dan merokok dengan berandalan lainnya.

Sementara itu, di Korea baru-baru ini menggalakkan gerakan sosial dari korban kekerasan di sekolah dan penindasan yang mengutarakan pengalaman mereka. Ini terjadi setelah atlet bola voli Korea yang terkenal, si kembar Lee Jae Yeong dan Lee Da Yeong, terungkap telah menindas teman sekelas mereka di masa sekolah dan akhirnya dikeluarkan dari tim nasional.

Berita Lainnya :

Big Hit Catat Profit Tahunan Terbesar Sejak Agensi Berdiri Meski di Tengah Pandemi

Jawaban Ambigu YG Entertainment Soal G-Dragon dan Jennie BLACKPINK