Agensi Tepis Isu Mingyu Seventeen Tukang Palak dan Bully lewat Album Kelulusan SMP

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Seoul - Tudingan terkait bullying atau perundungan terhadap sejumlah artis Korea Selatan, ternyata juga membayangi Mingyu Seventeen. Diwartakan Soompi, pada Senin (22/2/2021), muncul sebuah unggahan dari seseorang yang mengaku satu SD dan SMP dengan Mingyu.

Sang penulis unggahan ini mengaku tergerak membuat tulisan ini setelah melihat sejumlah tuduhan kekerasan masa sekolah yang dialamatkan kepada sejumlah artis Korea.

"Sejak SD, [Mingyu] sudah menonjol dalam sepak bola, dan ia satu grup dengan genang anak nakal," begitu pernyataan sang penulis terkait member Seventeen tersebut.

Tuduhan untuk Mingyu

Mingyu Seventeen. (Pledis Entertainment via Soompi)
Mingyu Seventeen. (Pledis Entertainment via Soompi)

"Pada tahun pertamaku di SMP, ada masa di mana anak-anak mengerikan dan siswa yang lebih tua menyetopku saat aku dalam perjalanan pulang, mereka mengambil uangku dan melakukan kekerasan verbal terhadapku," kata dia.

Salah satu pelaku, kata dia, kerap menoyor kepalanya.

"Aku menangis saking takutnya, dan orang yang menyaksikan semua ini dari awal sambil tertawa, melempar tutup botol minuman cola ke wajahku, dan berteriak sambil tertawa saat ia mengenai sasaran adalah [Mingyu]," tulisnya lagi.

Cuma Tiga Jam

Mingyu Seventeen. (Pledis Entertainment via Soompi)
Mingyu Seventeen. (Pledis Entertainment via Soompi)

Ia juga menuduh Mingyu mengambil uangnya untuk ongkos transportasi ke agensi, setelah sang bintang K-Pop menjadi seorang trainee.

Hanya saja, unggahan ini cuma bertahan selama tiga jam, sebelum akhirnya dihapus.

Dibantah

Mingyu Seventeen. (Pledis Entertainment via Soompi)
Mingyu Seventeen. (Pledis Entertainment via Soompi)

Pledis kemudian secara resmi mengeluarkan bantahan atas tuduhan ini.

"Kami mengonfirmasi kepada Mingyu bahwa klaim ini tak berdasar dan sama sekali tak benar. Kami tidak tahu siapa yang membuat tuduhan ini dan apa tujuannya," tutur pihak agensi.

Detailnya Tak Cocok

Pledis menyebut ada sejumlah detail yang keliru dari penuturan sang penuduh.

"A yang membuat klaim tentang kekerasan masa sekolah, memperlihatkan album kelulusan masa SMP untuk memverifikasi identitasnya, tapi albumnya berasal dari tahun yang berbeda dari masa kelulusan Mingyu", tutur pihak agensi.

Mereka menambahkan, "Tak hanya itu, A juga menulis bahwa Mingyu di-casting pada tahun ketiga saat SMP, tapi ia sudah menjadi trainee di Pledis Entertainment sejak tahun keduanya di SMP. Klaim yang dibuat A tak cocok."