Agraris Adalah Negara dengan Mayoritas Penduduk Petani, Ini Keuntungan dan Masalah yang Dihadapi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Agraris adalah suatu keadaan dimana profesi penduduk suatu negara sebagian besar adalah bertani. Suatu negara agraris lebih mengutamakan sektor pertanian sebagai sumber dayanya karena memberikan kontribusi yang sangat tinggi dan sangat penting bagi masyarakatnya.

Agrarian atau agraris adalah sebagai sesuatu yang berkaitan dengan tanah yang di tanami atau budidaya. Sedangkan pengertian negara agraris adalah negara yang perekonomiannya bergantung atau ditopang oleh sektor pertanian.

Indonesia ialah salah satu negara agraris. Indonesia disebut negara agraris adalah sebab penduduknya mayoritas bermatapencaharian di zona pertanian. Dengan dukungan lahan dan tanah yang subur, sektor pertanian di Indonesia terhitung sangat menjanjikan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, pengertian agraris adalah, gambaran Indonesia sebagai negara agraris, serta keuntungan dan masalah yang dihadapi, Kamis (25/3/2021).

Pengertian Agraris Menurut Para Ahli

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang begitu subur yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau sehingga sangat bagus bagi tanaman. (Dok Kementan)
Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang begitu subur yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau sehingga sangat bagus bagi tanaman. (Dok Kementan)

Ada beberapa pandangan mengenai pengertian atau definisi agraris, berikut ini adalah pengertian agraris atau pertanian menurut pandangan para ahli, diantaranya adalah:

1. Menurut Van Aarsten

Pertanian atau agraris adalah kegiatan manusia untuk memperoleh hasil bumi yang berasal dari hewan maupun tumbuhan, yang disempurnakan dari waktu ke waktu untuk melestarikan atau mengembangbiakan hewan dan tumbuhan tersebut.

2. Menurut Sri Sulestari

Pertanian atau agraris adalah usaha pengolahan tanah menjadi lahan yang dapat ditanam tanaman-tanaman yang menjadi sumber pangan.

3. Menurut Karwan A. Salikin

Pertanian atau agraris adalah agroekosistem yang tidak dapat dipisahkan subsistem kesehatan maupun manusia, yang berkaitan untuk saling menopang sistem kehidupan bersama.

Indonesia sebagai Negara Agraris

Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang, Kamis (3/12/2020). Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang, Kamis (3/12/2020). Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam, baik wilayah daratan maupun perairan yang cukup luas. Di sisi lain, sektor pertanian di Indonesia memang berperan penting untuk meningkatkan sektor perekonomian dan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan.

Contoh hasil tanah yang ada di Indonesia antara lain:

1. Jenis Umbi-umbian, seperti: Ketela atau singkong, Ubi jalar, Bawang, Wortel, Bengkuang, Kentang dan lain sebagainya.

2. Jenis Kacang-kacangan, seperti: Kacang tanah, Kacang kedelai, Kacang hijau, Kacang mete, Kacang Koro dan lain sebagainya.

3. Jenis Biji-bijian (Serealia), seperti: Padi, Jagung, Gandum, Jelai, Sorgum dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga hasil perkebunan seperti tebu, kelapa sawit dan karet. Berbagai produk agraris tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal tapi juga di ekspor ke negara lain untuk membantu meningkatkan pendapatan perekonomian Indonesia.

Keuntungan Negara Agraris

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang begitu subur yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau sehingga sangat bagus bagi tanaman. (Dok Kementan)
Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang begitu subur yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau sehingga sangat bagus bagi tanaman. (Dok Kementan)

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, pertanian jadi zona utama yang diandalkan oleh negeri agraris di mana sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Dengan begitu hingga keberadaan para petani jadi pekerjaan yang sangat berarti untuk ikut dan berkontribusi tingkatkan kesejahteraan warga.

Oleh karena itu, salah satu keuntungan jadi negeri agraris adalah mempunyai sumber energi manusia yang profesional dalam bidang pertanian. Sehingga negeri tersebut mampu penuhi kebutuhan pokoknya sendiri.

Mengingat betapa berartinya zona pertanian di negeri agraris, sehingga pemerintah juga mulai melaksanakan pengembangan mulai dari pengolahan lahan yang benar, pemanfaatan bibit unggul, metode penanaman sampai panen yang telah memakai alat-alat berteknologi besar. Pasti tujuannya mendapatkan hasil pertanian yang baik dan bermutu.

Adapun keuntungan menjadi negara agraris adalah, diantaranya yaitu:

  • Sektor pertanian menjadi salah satu penumpang untuk meningkatkan perekonomian negara.

  • Dapat dengan mudah untuk memperoleh hasil pertanian demi memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri tanpa harus impor dari luar negeri.

  • Membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai hasil produk pertanian di negara sendiri.

  • Membantu mewujudkan terciptanya ketahanan pangan.

  • Berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan baru terutama dalam bidang perkebunan dan pertanian.

  • Berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar tidak berada di garis kemiskinan.

  • Menghindari dari krisis bahan pangan karena tidak perlu mengandalkan impor dari negara lain.

Contoh Negara Agraris di Dunia

Petani memisahkan bulir padi dari tangkainya saat panen di sawah yang terletak di belakang PLTU Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (4/8/2019). Kurangnya pasokan beras dari petani akibat musim kemarau menyebabkan harga gabah naik. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petani memisahkan bulir padi dari tangkainya saat panen di sawah yang terletak di belakang PLTU Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (4/8/2019). Kurangnya pasokan beras dari petani akibat musim kemarau menyebabkan harga gabah naik. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang merupakan negara agraris diantaranya yaitu:

  • Thailand

  • Filipina

  • India

  • Brazil

  • Tiongkok

  • Vietnam

  • Afrika

  • Amerika Serikat

  • Australia

  • Jepang

  • Dan beberapa negara lainnya.

Masalah Agraris Indonesia

Petani melakukan panen padi jenis Ciherang di kawasan Pantai Sukawayana, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Minggu (1/12/2019). Saat ini harga gabah kering mencapai Rp 5600/ kg dari harga semula Rp Rp 4700/kg. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petani melakukan panen padi jenis Ciherang di kawasan Pantai Sukawayana, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Minggu (1/12/2019). Saat ini harga gabah kering mencapai Rp 5600/ kg dari harga semula Rp Rp 4700/kg. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pada masa perkembangan industri yang pesat seperti saat ini, Indonesia masih disebut sebagai negara agraris. Selain besarnya potensi alam yang dimiliki Indonesia, terdapat dua alasan lain yaitu sektor pertanian masih menjadi leader sektor perekonomian Indonesia dan masih sebagian besar penduduknya bekerja untuk sektor pertanian.

Menurut pengertian agraris, Indonesia memanglah sebuah negara agraris atau negara pertanian, namun masih terdapat berbagai masalah yang membuat sektor pertanian Indonesia seakan berjalan di tempat dan tidak mengalami perkembangan pesat seperti negara-negara pertanian yang lain.

Masalah tersebut belum ada penanganan serius dari pemerintah pusat atau daerah mengenai persoalan pertanian di Indonesia. Contoh masalahnya yaitu sistemnya yang masih menggunakan sistem masa lalu, yang mana sistem tersebut memiliki banyak kelemahan seperti:

  • Keterbatas modal.

  • Keterbatasan Teknologi.

  • Skala produksi yang kecil.

  • Menggantungkan proses dan hasil pada musim.

  • Hanya mematok wilayah pasar lokal.

  • Hanya melibatkan tenaga kerja keluarga.

  • Anti kredit.

  • Pasar yang masih dikuasai oleh pedagang besar.

  • Konversi lahan pertanian menjadi lahan lain yang non pertanian.

  • Kurang tersedianya bibit unggul atau benih bermutu untuk para petani.

  • Keterbatasan ketersediaan pupuk yang langka.