Agung Podomoro Kantongi Pendapatan Rp 1,5 Triliun pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat kinerja keuangan yang beragam selama semester I 2021. Perseroan kantongi penurunan penjualan dan alami lonjakan kerugian.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) ditulis Jumat, (3/9/2021), PT Agung Podomoro Land Tbk mencatat penjualan turun 9,73 persen menjadi Rp 1,55 triliun pada semester I 2021. Pada periode sama tahun lalu, perseroan membukukan penjualan Rp 1,55 triliun.

Beban pokok penjualan naik dari Rp 871,04 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 991,66 miliar pada semester I 2021. Dengan demikian, laba kotor turun 33,89 persen dari Rp 850,40 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 561,16 miliar.

Perseroan catat kenaikan beban penjualan dari Rp 56,13 miliar menjadi Rp 64,61 miliar. Beban umum dan administrasi naik dari Rp 339,14 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 358,88 miliar pada semester I 2021. Beban bunga dan keuangan naik menjadi Rp 475,53 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 428,52 miliar.

Sementara itu, penghasilan bunga turun dari Rp 18,88 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 8,62 miliar pada semester I 2021. Perseroan mencatat laba penjualan aset tetap Rp 900,58 juta pada semester I 2021.

Dengan melihat kinerja itu, PT Agung Podomoro Tbk catat rugi bersih untuk periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 407,56 miliar pada semester I 2021. Rugi per saham dasar naik menjadi Rp 17,95 pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 0,14.

Dengan melihat kinerja itu, PT Agung Podomoro Tbk catat rugi bersih untuk periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 407,56 miliar pada semester I 2021. Rugi per saham dasar naik menjadi Rp 17,95 pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 0,14.

Perseroan mencatat total liabilitas Rp 19,3 triliun pada 30 Juni 2021. Realisasi itu naik dari periode Desember 2020 Rp 19,03 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat Rp 10,93 triliun pada semester I 2021 dari periode akhir Desember 2020 .

Dengan demikian, total aset susut dari Rp 30,99 triliun pada 31 Desember 2020 menjadi Rp . Perseroan kantongi kas dan setara kas senilai Rp 749,35 miliar pada semester I 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel