Agung: Program KB Perlu untuk Generasi Muda

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan program keluarga berencana (KB) perlu menyasar para generasi muda usia 15 hingga 24 tahun.

"Program KB harus gencar menyasar kaum muda mengingat jumlah mereka yang cukup besar dan potensial untuk menyukseskan program pengendalian jumlah penduduk," kata Menko Kesra Agung Laksono di Jakarta, Rabu.

Agung menjelaskan, sosialisasi bisa dilakukan dengan membidik kalangan muda agar menunda usia perkawinan, berperilaku sehat, terhindar dari risiko seksualitas, HIV/AIDS, dan narkoba.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kata Agung, harus meningkatkan sosialisasi keluarga berkualitas terhadap remaja agar mereka memahami sejak dini pentingnya menunda pernikahan.

Hal itu diperlukan mengingat angka pertumbuhan penduduk saat ini masih mencapai 1,49 persen atau masih terlampau tinggi dari target sebesar satu persen.

Agung juga mengatakan, Kepala Negara sangat memperhatikan masalah laju pertumbuhan penduduk.

Sementara itu, PLT Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso mengatakan bahwa pihaknya akan membidik 84 juta generasi muda usia 15-24 tahun untuk menjadi sasaran sosialisasi Generasi Berencana (GenRe).

Sudibyo mengemukakan, BKKBN juga telah membentuk Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) baik di sekolah-sekolah, universitas maupun organisasi kepemudaan.

"Melalui PIK KIRR, remaja akan memperoleh informasi dan konseling tentang reproduksi sehat dan memperoleh rujukan bila ada permasalahan terkait kesehatan reproduksi," katanya.

Melalui program-program tersebut, kata dia, para remaja dapat terbantu dalam menghadapi permasalahan dan tantangan yang ada dalam kehidupannya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.