Agus Martowardojo Jalani Tes Jadi Gubernur BI

Liputan6.com, Jakarta : Agus Martowardojo bakal menjalani pada uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sebagai Gubernur Bank Indonesia pada hari ini di Gedung DPR mulai pukul 10.00 WIB.

"Iya betul, fit and proper test-nya dilakukan di ruang Komisi XI DPR tepat jam 10 pagi," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis saat dihubungi Liputan6.com, Senin (25/3/2013).

Menurut Harry, Komisi XI bakal memberikan waktu sekitar 45 menit-60 menit kepada mantan bos Bank Mandiri tersebut untuk memberikan paparan soal visi dan misinya jika terpilih menjadi orang nomor satu di Bank Indonesia.

Dalam uji kelayakan tersebut, lanjut Harry, setidaknya ada tiga hal yang menjadi fokus dari anggota Komisi XI DPR yaitu masalah kompetensi, rekam jejak (track record) dan moralitas.

"Nanti masing-masing anggota Komisi XI diberi waktu 5 menit. Jika 54 anggota bertanya bisa menghabiskan waktu 270 menit, jadi fisiknya harus kuat," tuturnya.

Komisi XI DPR juga telah memanggil  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Pemeriksa Keuangan. Harry menjelaskan hasil pertemuan dengan tiga lembaga negara tersebut akan dijadikan sebagai referensi pertanyaan ke calon tunggal Gubernur BI yang digadang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Pada Jumat (22/3/2013) pekan lalu, Agus mengaku telah merampungkan makalah yang akan dipresentasikan pada uji kepatutan dan kelayakan pada hari ini.

"Saya sudah siap (fit and proper test) dan insya Allah saya akan datang hari Senin," ungkapnya

Meski sejumlah pihak menyebut Agus kurang paham dalam kebijakan moneter, dia mengaku telah menuntaskan makalah sebagai salah satu kesiapan dirinya menghadapi ujian akhir DPR tersebut.

"Paper sudah selesai, judulnya penyelarasan dan perkuatan BI untuk menjadi suatu bank sentral yang kredibel dan terpercaya untuk mendukung pertumbuhan masyarakat yang berkesinambungan," jelasnya.

Agus mengklaim, paper tersebut mengandung banyak pesan yang ingin disampaikan terkait masa depan bank sentral. "Jadi banyak pesan yang ada di situ (paper)," tuturnya. (Ndw)