Agya - Ayla Masih Berharap Subsidi Pemerintah

Otosia.com - Dua model mobil yang ditujukan untuk menyukseskan program pemerintah LCGC (Low Cost Green Car), secara resmi ditampilkan di Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9). Merupakan kolaborasi antara Astra International, Tbk. dengan Toyota Motor Corporation dan Daihatsu Motor Company, lahirlah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Agya dan Ayla merupakan konsep kendaraan yang sebelumnya pernah ditampilkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011, A-Concept. Keduanya adalah hasil karya anak bangsa, yakni Mark Wijaya.

"Agya - Ayla ini merupakan hasil LCGC antara Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilakukan bulan Mei 2009 bersama dengan Kementerian Perindustrian agar bisa menghasilkan produk yang dapat bersaing di mancanegara," ujar Prijono Sugiarto, Presdir Astra International.

Prijono menambahkan, 18 bulan lalu pihaknya sempat ragu apakah Agya - Ayla bisa terwujud. "Namun berkat dukungan dari berbagai pihak, kami yakin LCGC akan mendapat sambutan baik dari pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, Sudirman MR, Presdir Astra daihatsu Motor, berkomentar bahwa beberapa APM saat itu sepakat menghadirkan LCGC di Indonesia. Tapi saat ini baru Toyota dan Daihatsu yang sudah bisa menghadirkan produknya.

"Jika pemerintah memberikan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PpnBM), harga mobil ini akan sangat terjangkau," tegas Sudirman, yang memprediksi harga bisa dibanting hingga di bawah Rp. 100 juta, karena harga tersebut sudah termasuk dalam proyek LCGC.

LCGC hingga kini belum menemui kepastian dari pemerintah akan ditetapkan, sebab direncanakan April 2012 peraturan LCGC sudah diterbitkan. Namun saat ini pemerintah tengah menggodok peraturan baru yakni Low Carbon Emission (LCE) yang seharusnya sudah keluar 30 Agustus 2012.

LCE ini bukan berarti menggagalkan proyek LCGC. Namun akan juga mengikutsertakan proyek LCGC dan memperhatikan kelanjutan masa depan mobil hybrid, gas, listrik dan kendaraan berenergi alternatif lainnya di Indonesia.

Agya - Ayla akan menggunakan mesin 1.000 cc 3-silinder yang menerapkan teknologi penghemat bahan bakar seperti yang sudah diterapkan pada Daihatsu Mira eS di Jepang. Diklaim teknologi tersebut mampu membuat konsumsi bahan bakar mencapai 30 kpl.

Mulai Oktober tahun ini Agya dan Ayla siap diproduksi di pabrik baru ADM di Karawang. Adapun kapasitas produksinya mencapai 120.000 unit pertahun. (autocar/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.