Ahad, 147 Desa di Tangerang Pilkades Serentak

TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar pemilihan kepala desa di 147 desa secara serentak pada Ahad 30 Juni 2013. Pemerintah menilai sebanyak 39 dari 147 desa yang menggelar pemilihan kepala desa itu rawan konflik. Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan seperti Rajeg, Pasar Kemis, Sukamulya, dan Mauk. ”Kami sudah memetakan, 39 desa ini memang cukup rawan terjadinya konflik,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Tangerang Azis Gunawan kepada Tempo, Rabu 26 Juni 2013.

Indikasi kuat terjadinya konflik pada saat pencoblosan dan proses penghitungan suara, menurut Azis, sudah terdeteksi sejak beberapa bulan terakhir ini. Menurut Azis, ada sejumlah faktor yang menyebabkan rawan terjadinya konflik, seperti masalah administratif, para calon kepala desa yang tidak bisa maju ke pemilihan karena kekurangan dana.”Masing masing kubu sama kuat dan punya kekuatan masa yang banyak juga,”katanya.

Berkaca pada pilkades serentak pada 2007 silam, menurut Azis, pemerintah mewaspadai adanya desa yang hasil akhir perhitungan suaranya sama. Dalam pilkades lima tahun lalu, ada beberapa desa yang hasilnya sama atau draw. Untuk kasus seperti ini, ia melanjutkan, akan dilakukan pemilihan ulang dalam waktu 30 hari kedepan. (Baca pilkades lima tahun lalu: Pemilihan Kepala Desa di Tangerang Terancam Dibatalkan)

Selain itu, kata Azis, karakter masing masing warga desa cukup beragam sehingga panitia pemilihan kepala desa, petugas kecamatan harus diminta mewaspadai kerawanan tersebut agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

Untuk pengamanan, kata Azis, pemerintah sudah meminta bantuan pengamanan dari Kepolisian, TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang. ”Ada sekitar 750 petugas gabungan yang akan mengamankan jalannya Pilkades serentak ini,” kata Azis.

Secara terpisah, Kepala Bagian Operasional Polres Kota Tangerang Komisaris Kustanto mengatakan telah melakukan skala prioritas untuk desa-desa yang rawan. ”Untuk desa yang kategori rawan, kita tempatkan 30 personel per desa, untuk yang kategori tidak rawan 17-20 personel disiagakan,” katanya.

JONIANSYAH

Topik terhangat:

Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Persija vs Persib | Penyaluran BLSM

Berita lainnya:

Ronaldo dan Tommy Winata Rangkulan

Mabes Polri Bebaskan Dua Perwira Pembawa Uang

Alasan Penyiksaan oleh Aparat Polisi

Kronologi Bayi Meninggal Setelah Ditolak 4 RS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.