Aher & Dede Yusuf tunggu keputusan Mendagri soal cuti kampanye

MERDEKA.COM,

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi menunggu keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terkait cuti masa kampanye. Pemprov Jabar tengah menanti keputusan untuk melaksanakan tugas harian keduanya.

Pasalnya, Heryawan dan Dede Yusuf merupakan calon gubernur yang akan bertarung pada Pilgub Jabar 2013-2018. Plt Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Fery Suparman mengatakan, tugas harian akan ditinggalkan selama dua minggu itu belum ditentukan waktunya.

"Siapa nanti yang melaksanakan tugas sebagai Plh, apakah nanti Mendagri menurunkan salah seorang Dirjennya, kita belum tahu," katanya di Bandung, Kamis (17/1).

Meski begitu, kata dia, jika ditinggal dalam waktu terhitung singkat, jabatan sementara gubernur dan wakilnya akan diisi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur. Sebab, jabatan untuk Pelaksana Tugas (Plt) diperuntukkan untuk mengisi kekosongan untuk jangka panjang. Misalnya, pemegang jabatan sebelumnya telah memasuki masa pensiun dan lain-lain.

"Mereka kan cuma dua minggu saja," singkatnya.

Dia melanjutkan, dua jabatan penting dua kepala daerah mengalami kekosongan namun kinerja pemerintahan tidak akan terganggu.

Heryawan kembali mencalonkan diri sebagai calon incumbent berpasangan dengan Deddy Mizwar. Mereka didukung penuh oleh PKS, PPP, PBB dan Hanura. Sementara Dede Yusuf bersanding dengan mantan Sekda Pemprov Jabar Lex Laksamana. Keduanya diusung koalisi 'babarengan' yang terdiri dari Partai Demokrat, PAN, PKB, dan Gerindra.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.