Ahli astrofisika jelaskan apa itu lubang cacing

Wormhole
Wormhole

Apa itu lubang cacing dan apakah mereka benar-benar ada? – Chinglembi D., umur 12, Silchar, Assam, India

Coba kamu bayangkan ada dua kota di dua sisi gunung yang berseberangan. Penduduk dua kota ini mungkin harus melakukan perjalanan jauh di sekitar gunung untuk saling berkunjung. Tapi, jika mereka ingin sampai lebih cepat, mereka dapat menggali terowongan langsung melalui gunung untuk membuat jalan pintas. Itulah ide di balik lubang cacing atau wormhole.

Lubang cacing diibaratkan sebagai terowongan antara dua titik jauh di alam semesta yang mempersingkat waktu perjalanan dari satu titik ke titik lainnya. Pada kondisi yang tepat, seseorang secara teoretis dapat menggunakan lubang cacing untuk memotong waktu perjalanan dari satu galaksi ke galaksi lain, yang sebenarnya dapat memakan waktu jutaan tahun, menjadi hanya beberapa jam atau menit.

Lubang cacing dapat bekerja seperti mesin waktu karena mencerminkan jalan pintas melalui ruang dan waktu. Kamu bisa saja muncul dari salah satu ujung lubang cacing pada waktu yang lebih awal dari saat kamu memasuki ujung lainnya.

Walaupun para ilmuwan belum memiliki bukti bahwa lubang cacing benar-benar ada di dunia kita, lubang cacing dapat menjadi alat yang berguna untuk membantu ahli astrofisika seperti saya untuk berpikir tentang ruang dan waktu. Mungkin, lubang cacing juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang alam semesta.

Fakta atau fiksi?

Para ilmuwan menyebut titik keluar dan masuk dari lubang cacing sebagai ‘mulut’ dan terowongan tersebut sebagai ‘tenggorokan.’ VICTOR HABBICK VISIONS/SCIENCE PHOTO LIBRARY
Para ilmuwan menyebut titik keluar dan masuk dari lubang cacing sebagai ‘mulut’ dan terowongan tersebut sebagai ‘tenggorokan.’ VICTOR HABBICK VISIONS/SCIENCE PHOTO LIBRARY

Karena fitur-fiturnya yang menarik, banyak penulis fiksi ilmiah menggunakan lubang cacing dalam karya mereka, seperti di novel dan film. Tidak hanya penulis, para ilmuwan juga sangat tertarik dengan ide lubang cacing ini.

Para peneliti memang belum pernah menemukan lubang cacing di alam semesta, tetapi lubang cacing sering dijelaskan dalam solusi persamaan fisika. Yang paling menonjol, lubang cacing dapat ditemukan di solusi persamaan di balik teori ruang waktu dan relativitas umum Einstein. Teori ini menjelaskan bentuk alam semesta dan pergerakan bintang, planet, dan objek lainnya di dalamnya. Teori Einsten telah diuji berkali-kali dan selalu terbukti benar, sehingga beberapa ilmuwan berpikir bahwa lubang cacing benar-benar ada di suatu tempat di alam semesta.

Tapi, ilmuwan lain percaya bahwa lubang cacing tidak mungkin ada karena akan terlalu tidak stabil.

Tarikan gravitasi yang konstan mempengaruhi setiap objek di alam semesta, termasuk bumi. Lubang cacing tentunya juga akan mengalami tarikan gravitasi tersebut. Para ilmuwan yang meragukan lubang cacing percaya bahwa bagian tengah lubang cacing akan runtuh di bawah gravitasinya sendiri meski hanya dalam waktu yang singkat, kecuali jika ada gaya yang mendorong keluar dari dalam lubang cacing untuk melawannya. Cara yang paling mungkin untuk dilakukan adalah dengan menggunakan sebuah konsep yang disebut sebagai “energi negatif,” yang akan melawan gravitasi dan menstabilkan lubang cacing.

Tetapi, sejauh yang para ilmuwan telah ketahui, energi negatif hanya dapat diciptakan dalam jumlah yang terlalu kecil untuk melawan gravitasi lubang cacing. Ada kemungkinan bahwa Big Bang menciptakan lubang cacing kecil dengan sejumlah energi negatif kecil di awal terbentuknya alam semesta. Seiring waktu, lubang cacing-lubang cacing tersebut telah meluas bersamaan dengan berkembangnya alam semesta.

Apakah sama seperti lubang hitam?

Meskipun merupakan suatu objek yang menarik untuk dipikirkan, lubang cacing belum diakui dalam sains arus utama. Tapi bukan berarti lubang cacing tidak nyata – lubang hitam, yang kami (para ahli astrofisika) ketahui berlimpah jumlahnya di alam semesta kita, tidak diakui ketika para ilmuwan pertama kali mengenalkan keberadaannya, yaitu pada tahun 1910-an.

Einstein pertama kali merumuskan persamaan medannya pada tahun 1915. Satu tahun kemudian, ilmuwan asal Jerman, Karl Schwarzchild, menemukan cara untuk mendeskripsikan lubang hitam secara matematis. Tetapi, deskripsi tersebut dianggap sangat aneh, sehingga para ilmuwan terkemuka pada saat itu menolak untuk percaya bahwa lubang hitam benar-benar ada di alam. Baru 50 tahun kemudian orang-orang mulai menganggap serius lubang hitam. Bahkan, istilah “lubang hitam” baru dicetuskan pada tahun 1967.

Hal serupa mungkin juga terjadi dengan lubang cacing. Para ilmuwan mungkin membutuhkan waktu untuk mencapai konsensus mengenai keberadaan lubang cacing. Tetapi, jika mereka menemukan bukti kuat yang menunjukkan keberadaan lubang cacing, seperti dengan melihat pergerakan di orbit bintang yang tidak biasa, penemuan ini akan membantu para ilmuwan melihat dan memahami alam semesta.

Halo, curious kids! Apakah kamu punya pertanyaan yang ingin ditanyakan ke ahli? Minta bantuan ke orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk mengirim pertanyaanmu pada kami. Ketika mengirimkan pertanyaan, pastikan kamu sudah memasukkan nama pendek, umur, dan kota tempat tinggal. Kamu bisa:

Zalfa Imani Trijatna dari Universitas Indonesia menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris