Ahli Epidemiologi Berharap Habib Rizieq Segera Umumkan Hasil Swab

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, semua orang yang sempat datang berkerumun di rumah Habib Rizieq tepatnya Markas Front Pembela Islam (FPI), Petamburan, Jakarta Pusat harus melakukan pemeriksaan diri agar terhindar dari virus corona atau COVID-19.

Yunis juga mengharapkan agar Habib Rizieq segera mengumumkan hasil pemeriksaan tes swab PCR Corona untuk menjaga kesehatan dirinya, keluarga serta jemaahnya juga.

"Jadi kemudian ya datanya dibuka saja (kalau benar positif COVID-19), sambil ditunjukkan kerumunan itu sangat tidak baik. Jadi memang mesti cepat-cepat untuk melaporkannya," kata Yunis, Jumat 27 November 2020.

Habib Rizieq menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anaknya yang mengundang banyak orang. Dari acara tersebut, banyak yang terinfeksi Corona. Tak hanya di Petamburan, acara Habib Rizieq juga ada di Tebet, Jakarta Selatan dan Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Karena dinilai melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemprov DKI Jakarta mendenda Rizieq Rp50 juta. Menurut Tri Yunis, selain denda, Rizieq juga menanggung beban moral. Ia wajib bertanggung jawab kepada pendukungnya yang positif COVID-19.

"Atas kesalahan itu, ia membayar dosa kepada orang-orang yang positif," ungkapnya.

Warga yang tinggal di sekitar kediaman Rizieq di Petamburan sudah mengikuti tes cepat. Pemerintah mengambil langkah ini untuk mencegah penularan COVID-19, karena Rizieq sempat membuat keramaian saat menikahkan anaknya.

Penasihat hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan Rizieq Shihab telah menjalani tes swab secara mandiri.

Beberapa hari lalu, Rizieq dibawa ke IGD Rumah Sakit UMMI, Bogor. Hingga saat ini, ia masih menjalani perawatan di sana. Direktur Utama Rumah Sakit UMMI Andi Tatat menyebut Rizieq kelelahan.

Kondisinya saat ini membaik. Meski diklaim dalam kondisi baik, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Rizieq segera swab test. Bima sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Rumah Sakit UMMI.