Ahli gizi sebut kurangnya asupan serat salah satu penyebab wasir

Ahli gizi independen Ulfah Mahardika Pramono Putri SGz mengatakan kurangnya asupan serat dapat menyebabkan seseorang memiliki risiko terkena wasir.

“Serat berfungsi merangsang aktivitas usus untuk mengeluarkan feses secara teratur,” kata Ulfah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan konsumsi serat yang rendah akan menyebabkan sembelit karena feses yang keras sulit dikeluarkan dari sistem pencernaan.

Baca juga: Ahli gizi sarankan Ibu hamil rutin berjemur untuk cegah bayi tengkes

Direktur Utama dan Dokter Spesialis Gizi Klinik Nutrif Clinic dan Nutrif Farma, dr L Arif Firiandri Yulius, SpGK AIFO-K, mengatakan buah-buahan seperti apel, pir, jeruk, dan pepaya dan sayuran seperti selada, timun, dan tomat merupakan sumber kaya serat.

"Serat mempermudah proses buang air besar dan pelunakan tinja, sehingga kita tidak perlu mengejan lebih kuat. Kalau kita mengejan lebih kuat, kita berisiko terkena wasir," kata Arif.

Baca juga: Ahli gizi anjurkan konsumsi lemak baik untuk jaga kesehatan jantung

Wasir terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah di dalam atau sekitar anus. Penderita umumnya menemukan gumpalan daging di daerah anus. Akibatnya, pengidap wasir akan mengalami rasa sakit saat buang air besar, menemukan bercak darah di tinja, serta merasa gatal dan iritasi di sekitar anus.

Jika tidak cepat diatasi, rasa sakit akan semakin parah karena pasien kemungkinan memerlukan tindakan bedah untuk menghilangkan tonjolan di anus. Dampaknya berbahaya jika diabaikan yakni anemia, pendarahan terus-menerus yang mengancam jiwa, terputusnya aliran darah dan oksigen, serta komplikasi kesehatan lainnya.

Baca juga: KSP: Perlu penguatan pengawasan gizi dalam penanganan stunting

Manajer Produk Nutrafor Wazzir, Bagus Arigunanto, mengatakan Nutrafor Wazzir dengan kandungan herbal lengkap tanpa efek samping, yang membantu meringankan gejala wasir dan meringankan gangguan peredaran darah di kaki atau varises.

"Keempat kandungan ini termasuk ekstrak alami, sehingga lebih aman dikonsumsi. Suplemen herbal berbentuk kapsul yang juga mengandung serat ini diproduksi dengan standar internasional dan dapat dikonsumsi setiap hari untuk jangka panjang,” kata Bagus.