Ahli: Maksimalkan upaya pencegahan hindari kebakaran di rumah

Ahli Penanggulangan Kebakaran dari RSCM Nuzul Prima Putra menyampaikan bahwa fungsi pencegahan menjadi upaya utama untuk menghindari kebakaran di rumah.

“Sistem proteksi kebakaran ada sistem deteksi, sistem supresi dan sistem pengendalian asap. Ketiga ini mungkin tidak menjadi terlalu penting jika rumah dalam ruang lingkup yang kecil, malah mungkin pencegahan yang lebih penting,” ujarnya dalam Webinar HUT 103 RSCM yang ditayangkan melalui YouTube RSCM, Kamis.

Nuzul menjelaskan bahwa api adalah sebuah proses kimia yang melibatkan tiga unsur yakni panas, material yang mudah terbakar dan oksigen serta unsur pelengkap chain reaction. Jika ketiga unsur tersebut berkumpul, maka akan terjadi pembakaran. Sehingga untuk mencegah kebakaran, maka upaya yang harus dilakukan adalah mencegah tiga unsur tersebut bertemu.

Menurut dia, pencegahan kebakaran di rumah yang biasa terjadi karena korsleting listrik, dapat dilakukan dengan memastikan keamanan kabel listrik melalui instalasi listrik yang tepat. Kabel listrik yang baik adalah tidak terlalu kecil, arus tidak terlalu besar, penempatannya bagus dan kualitas kabel yang juga bagus.

“Korsleting ini jika ada arus yang melalui sebuah media atau kabel dengan kuat arus yang lebih tinggi sehingga menimbulkan panas. Panas ini yang nanti akan membakar selubung dari kabel tersebut dan merembet pada material yang ada di sekitar kabel tadi,” ucapnya.

Baca juga: Disdamkar Samarinda hadirkan program "Taguh Bakar" cegah kebakaran
Baca juga: Warga Cilangkap dilatih cegah kebakaran

Selain korsleting, kebakaran di rumah juga sering kali disebabkan oleh area memasak, bisa dari kompor maupun obat nyamuk yang dibakar. Oleh karena itu ia menyarankan masyarakat untuk memperbaiki pola hidup dengan lebih berhati-hati saat berada pada benda yang mudah terbakar.

“Kalau masak jauhkan lah api dari benda yang mudah terbakar. Jika membakar sesuatu atau menyalakan api di dalam ruangan, jauhkan dari yang mudah terbakar,” jelas dia.

Lebih lanjut ia juga menyarankan agar setiap rumah memiliki alat pemadam ringan (Apar) yang merupakan bagian dari sistem supresi pada sistem proteksi kebakaran atau sistem yang menekan atau memadamkan api.

“Kalau rumah ada potensial memasak, kita belilah alat pemadam ringan. Taruh satu di rumah yang 3 kilo, harganya tidak terlalu mahal,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga bisa menyediakan fire blanket. Namun dikarenakan harganya lumayan mahal, maka bisa diganti dengan menyiapkan selimut tebal atau karung yang telah dibasahi terlebih dahulu sebelum diselimuti ke kompor yang terbakar atau kepada orang yang mengalami kebakaran.

Baca juga: Warga diimbau ganti kabel instalasi listrik guna cegah kebakaran
Baca juga: PLN Jaya minta warga tertib manfaatkan listrik guna cegah kebakaran
Baca juga: Cara cegah kebakaran dan pemadam api secara dini