Ahli: Pendekatan penanganan PMK pada peternak harus persuasif

Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Ali Agus menyarankan agar pendekatan dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak pada peternak harus secara persuasif karena ternak merupakan aset berharga mereka.

"Pendekatan kepada peternak harus melalui cara-cara yang lebih persuasif, meyakinkan mereka agar percaya, karena kalau nggak ya akan menjadi panic selling (menjual karena kepanikan)," ujar Ali dalam webinar "Peran dan fungsi mahasiswa serta masyarakat umum dalam mengendalikan PMK di Indonesia" secara daring diikuti di Jakarta, Jumat.

Ali berkaca saat dinyatakan awal wabah PMK, banyak peternak yang menjual hewan ternaknya dengan harga murah. Namun pendampingan yang dilakukan oleh peternak muda di Magetan, dapat menjembatani komunikasi dengan para peternak lainnya.

Sehingga, hewan ternak yang terindikasi sakit segera mendapat perawatan hingga sembuh, dan akhirnya peternak tidak melakukan panic selling, terutama saat terjadi menjelang Idul Adha.

Baca juga: Mahasiswa dan masyarakat diharapkan jadi relawan penanganan PMK

Baca juga: Komisi IV DPR minta Kementan evaluasi penanganan Penyakit Mulut & Kuku

Adapun menurut Ali, yang paling penting dari komunikasi persuasif adalah membangun rasa percaya kepada para peternak dalam penanganan PMK, agar mereka dapat menerima informasi dengan tangan terbuka.

Penanganan PMK dimulai agar peternak mau memvaksinasi hewan ternaknya. Selanjutnya peternak di edukasi mengenai kebersihan kandang dan penerapan biosecurity agar tidak ada media yang menjadi penular virus PMK.

"Kita baru bangun trust (kepercayaan) supaya masyarakat mau menerima bagaimana intervensi dari pihak luar," ujar Ali.

Baca juga: Nestle alami penurunan pasokan susu 30 persen akibat PMK

Baca juga: 2,16 juta hewan ternak telah mendapat vaksin PMK

Baca juga: BNPB perkuat kapasitas daerah dalam penanganan PMK