Ahli: PPKM mikro penentu PTM PAUD berjalan nyaman dan optimal

Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Retno Asti Werdhani menyatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro menjadi penentu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tingkat PAUD berjalan nyaman dan optimal.

“Usia di bawah enam tahun itu belum ada vaksinnya. Tentunya sistem yang saat ini harus terus berjalan adalah sistem PPKM mikro,” kata Asti dalam Talkshow Pengawasan Protokol Kesehatan di Sekolah yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Asti menuturkan apabila PPKM mikro yang dijalankan di tingkat RT dan RW berperan besar dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus positif COVID-19, sekaligus pembentukan klaster di tingkat PAUD.

Hal itu disebabkan karena sistem dalam PPKM mikro, menuntut setiap jajaran RT, RW beserta masyarakat di lingkungan sekitar untuk menjaga dan mengawasi protokol kesehatan warganya, terutama bagi anak-anak berusia di bawah enam tahun.

Baca juga: BPOM setujui tiga vaksin COVID-19 untuk anak di Indonesia

Baca juga: Menkes: Kajian vaksin anak dan lansia upaya perkuat antibodi warga

Dengan usia yang belum bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19, PPKM mikro akan melindungi anak dari penularan COVID-19 karena setiap orang di sekitar anak diharuskan untuk mematuhi protokol kesehatan mulai dari pemakaian masker, menjaga kebersihan diri hingga telah divaksinasi booster bagi orang dewasa seperti orang tua dan para guru.

PPKM mikro yang dijalankan di tingkat RT dan RW tersebut, juga seharusnya juga dapat lebih mudah memberikan monitoring penularan di tingkat PAUD, karena PAUD pada umumnya didirikan di sekitar posyandu.

“Di tambah untuk pengawasan di PAUD-nya itu sendiri. Jadi pemanfaatan dari sistem PPKM level mikro itu bisa dimanfaatkan untuk mengawasi monitoring untuk di pendidikan level PAUD,” ujarnya.

Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto menambahkan bila data pihaknya memperlihatkan kalau penularan COVID-19 di tingkat PAUD jauh lebih rendah, dibandingkan dengan tingkat SD sampai SMA.

Walaupun demikian, anak usia PAUD merupakan pihak yang paling membutuhkan PTM karena belum mampu melakukan pembelajaran mandiri melalui pembelajaran daring.

Oleh karenanya, PTM di tingkat PAUD tetap dilakukan karena menyangkut tumbuh kembang anak dan pendidikan karakter yang semata-mata hanya menekankan aspek kognitif saja.

Sebagai upaya pencegahan anak terkena dari penularan COVID-19 ataupun penyakit lainnya, Kemendikbudristek bersama Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan mendorong seluruh siswa PAUD untuk mengikuti imunisasi lengkap.

“Upaya untuk memberikan perlindungan lainnya adalah dengan memaksimalkan imunisasi dasar lengkap plus campak dan rubella, yang didorong dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang sudah berlangsung sejak Agustus 2022 kemarin,” kata Anang.

Baca juga: Kemenkes pertimbangkan vaksinasi lengkap untuk usia di bawah 6 tahun

Baca juga: BPOM tunggu data uji klinik vaksin COVID-19 untuk balita