Ahli Ritel Dunia Ramal Jeff Bezos akan Bangkrut karena Ini

Raden Jihad Akbar, Fajria Anindya Utami
·Bacaan 2 menit

Saat ini, Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia berkat Amazon. Perusahaannya berfokus pada layanan penjualan online yang kini bervaluasi triliunan dolar.

Namun, seorang ahli ritel Doug Stephens memprediksikan bahwa raksasa itu bisa jatuh dalam satu dekade mendatang, bahkan mencapai kebangkrutan.

Dilansir dari Entrepreneur di Jakarta, Jumat 18 Desember 2020 di halaman korporat Business of Fashion, pendiri dan penasihat retail Prophet ini memprediksi akhir dari Amazon.

Baca juga: Bonus Demografi RI Bisa Picu Pengangguran, Ini Cara Antisipasinya

"Saya pikir dalam sepuluh tahun Amazon akan menurun dan ini hanya beberapa alasannya," tulis Stephens. Mengapa demikian? Ini penjelasannya.

Amazon mengikuti jejak Walmart

Salah satu alasan kemungkinan bangkrutnya Amazon adalah karena mengikuti pola yang sama dengan perusahaan lain yaitu Walmart.

Antara 1962 dan awal 2000-an, Walmart memimpin bisnis ritel, mengalahkan lusinan pesaing besar dan kecil. Pada tahun 2010, Walmart telah membuka 4.393 toko secara mengejutkan, lebih dari 3.000 di antaranya dibuka setelah tahun 1990," jelasnya.

Setelah mengalami penurunan besar dalam penjualan pada tahun 2015, Walmart gagal lepas landas di ritel online. "Penurunan raksasa yang dulunya tak bisa ditembus telah menunjukkan bahwa bahkan perusahaan paling besar pun bisa jatuh," kata Stephens.

Amazon menawarkan efisiensi, tetapi tidak ada pengalaman berbelanja

Stephens menganggap berbahaya jika Bezos berniat untuk mempertahankan model operasi yang sama dalam jangka panjang.

"Dalam bisnis retail kami, kami tahu bahwa pelanggan menginginkan harga rendah, dan saya tahu itu akan benar 10 tahun dari sekarang. Mereka menginginkan pengiriman cepat; mereka menginginkan banyak pilihan," ujar Bezos kala itu.

Namun, Stephens percaya bahwa orang tidak hanya membeli karena mereka menginginkan produknya secepat mungkin. Mereka juga menginginkan pengalaman berbelanja yang lengkap: keluar rumah, menyentuh produk, membandingkan satu sama lain, mencoba hal baru atau mendapatkan inspirasi. Dalam artian, kekurangan Amazon terbatas pada pembelian online.

Fokus pada layanan pelanggan akan hilang

Stephen menjelaskan ketika sebuah perusahaan memiliki pemimpin yang kuat seperti Jeff Bezos, perusahaan itu tidak akan berjalan tanpanya. Pakar memprediksi saat Amazon melanjutkan ekspansinya, sosok Bezos bisa menghilang. Maka bisa saja Amazon kehilangan misi awalnya yaitu kepuasan pelanggan, untuk memprioritaskan optimalisasi proses berdasarkan angka dan data.

Ia juga mengantisipasi bahwa perusahaan akan lebih sedikit berinovasi. "Energi, setelah diarahkan untuk meningkatkan bisnis, akan habis hanya dengan bekerja memelihara infrastruktur organisasi," kata Stephens.

Adapun alasan lain kemungkinan Amazon akan bangkrut adalah karena lingkungan kerja yang toxic dan migrasi mitra saat ini ke platform pengiriman lain yang lebih ramah.

Kombinasi faktor-faktor ini dapat menyebabkan Amazon menderita kerugian selama dekade berikutnya dan digantikan oleh perusahaan serupa yang menawarkan kondisi yang lebih baik bagi mitra, pekerja, dan pelanggan.