Ahli Sebut Makeup dengan SPF Tak Cukup Melindungi Kulit dari Bahaya Sinar Matahari

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Sunscreen atau tabir surya adalah suatu keharusan setiap kali meninggalkan rumah. Kandungan SPF pada sunscreen akan membantu melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Namun rasa lengket dan whitecast pada sunscreen membuat masyarakat kembali berpikir dua kali untuk menggunakannya.

Belakangan muncul inovasi yang menggabungkan makeup dengan sunscreen. Di mana sejumlah produk makeup, seperti foundation dan cushion diinfus kandungan SPF sehingga bisa menjadi alternatif penggunaan sunscreen.

Namun, apakah menggunakan makeup dengan SPF sudah cukup untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari?

"Biasanya SPF 15 cukup untuk perlindungan terhadap sinar UVB. SPF 15 memblokir 93% sinar UVB, sedangkan SPF 30 memblokir 97% dan SPF 50 98%," ungkap dr. Naissan Wesley mengutip dari Elite Daily.

Paparan sinar UV dalam waktu lama dapat menyebabkan kulit terbakar, hilangnya kolagen dan elastisitas kulit, kanker kulit, dan keratosis aktinik. Dengan banyaknya cara mengaplikasikan sunscreen, Wesley tetap merekomendasikan penggunaan SPF 30 atau lebih tinggi.

Harus dilakukan dengan hati-hati

ilustrasi foundation/RomarioIen/shutterstock
ilustrasi foundation/RomarioIen/shutterstock

Wesley menyebut penggunaan makeup dengan SPF harus dilakukan dengan hati-hati. Riasan dengan SPF 30 sebenarnya sudah cukup melindungi kulit jika diterapkan secara merata. Bahkan meski telah dirasa mengaplikasikan SPF sebanyak mungkin, kulit tetap butuh perlindungan tambahan setelah dua jam atau terkena keringat dan berenang.

Jika ingin mencoba makeup dengan SPF, dokter kulit merekomendasikan CC Cream atau tinted sunscreen yang mudah diaplikasikan kembali. Secara keseluruhan, SPF pada makeup umumnya tidak cukup. Meskipun lebih baik daripada tidak menggunakan tabir surya sama sekali.

Simak video berikut ini

#Elevate Women